Ditulis oleh prambudi Jumat, 29 Juli 2011 17:22
| Indeks Artikel |
|---|
| Pasar Rakyat "Peduli Wong Cilik" |
| Latar Belakang Pasar Rakyat |
| Peresmian |
| Seluruh halaman |
Saat ini (2011) , jumlah paket embako meningkat menjadi 3.200 paket dan diikuti oleh 37 stan/konter. Sistem penjualannya melalui proses sosialisasi dan menggunakan kupon yang disebarkan ke masyarakat melalui 50 RT, 3 RW setempat.
Selain embako, panitia menyediakan fasilitas gunting rambut dengan membayar langsung Rp. 3.000,-, pemeriksaan dokter umum Rp. 2.000,- berikut obat. Nilai paket embako saat ini Rp. 56.000,- dan dijual dengan harga Rp. 10.000,-. Paket terdiri dari 3 kg beras, 1 kg gula, 1 liter minyak goreng, 2 buah margarin @ 200 gram atau susu kaleng. Guna meramaikan acara, panitia menggelar panggung hiburan, lenong, tarian jaipongan, kesenian daerah asli Bekasi dan musik band anak-anak muda.
Para pejabat setempat yang hadir antara lain Camat Rawa Lumbu (H. Sutardi, S.Sos) mewakili Walikota Bekasi, Lurah Rawa Lumbu (Saefudin), Kapolsek, Danramil, tokoh masyarakat (H. Saba dan H. Rafik). “Terima-kasih atas terselenggaranya acara ini dan sangat membantu masyarakat menengah ke bawah untuk membeli barang atau bahan-bahan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau. Kegiatan ini bisa diadakan lagi pada masa-masa yang akan datang,” ujar Camat.
Acara ini diakhiri dengan pemberian tanda kenang-kenangan kepada para pejabat tersebut oleh Pdt. Rudy Janto. Selain itu, panitia juga memberikan tanda apresiasi kepada empat orang anak peserta Bimbel Kampung Markam yang dinilai berprestasi. GBI Kemang Pratama mengadakan Bimbel dan diikuti oleh 80 orang anak, mulai tahun 2008. Saat ini 15 orang anak berhasil meraih predikat juara di sekolah masing-masing.
Dalam pernyataan singkatnya kepada Redaksi, HM. Rafik RB (Ketua Paguyuban Cinta Damai) dan tokoh masyarakat setempat menyambut baik acara ini. “Kegiatan ini bagus, suasananya kondusif. Saya terharu dengan acara ini. Kita ini sesama manusia dan harus saling tolong menolong ”, ujarnya.
Pelayanan GBI Kemang Pratama dirintis oleh Pdt. Rudy sejak tahun 1997. Pembelian tanah seluas 558 meter persegi dilakukan pada tahun 2000. Pengajuan ijin pembangunan gereja sejak tahun 2002 dan turun pada tahun 2007. Sementara itu, IMB gereja selesai pada tahun 2008. [pram]


