Ditulis oleh prambudi Jumat, 29 Juli 2011 17:22
| Indeks Artikel |
|---|
| Pasar Rakyat "Peduli Wong Cilik" |
| Latar Belakang Pasar Rakyat |
| Peresmian |
| Seluruh halaman |
Kawula alit (masyarakat kecil) tampak gembira dan sambil mengantri di depan konter ayam murah meriah (setengah ekor senilai Rp. 5.000.-). Itulah sepenggal gambaran Pasar Rakyat Bekasi yang digelar GBI Kemang Pratama, Bekasi (New Life Community) pada Sabtu, 23/7.
Kegiatan ini juga didukung oleh GKI (Gereja Kristen Indonesia) dan POUK (Persekutuan Oikumene Umat Kristiani) setempat. Dalam keterangan singkatnya kepada Redaksi, Pdt. Rudi Janto Soeryo selaku Gembala Sidang GBI Kemang Pratama dan Bendahara Umum BEC (Bethel Empowering Center) BPH GBI mengatakan, ide untuk menggelar acara ini tercetus pada tahun 2009.
Ia prihatin dengan banyak kejadian gereja diresolusi masyarakat karena dianggap eksklusif dan tidak mau bergaul. “Yesus saja mau bergaul dengan semua kalangan. Tembok gereja hanya sebagai tempat “latihan jemaat”. Setelah itu mereka keluar menjadi garam dan terang dunia”, ujar Pdt. Rudy.


