Ditulis oleh Raymond Nelson Sabtu, 18 Juni 2011 19:53
Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang, Sabtu (18/06) melakukan peresmian penggunaan gedung gereja bethel Indonesia (GBI) jemaat “Yehuda” manado yang ditandai dengan penguntingan pitah, pembukaan pintu gereja serta penanda tanganan prasasti.
Gedung gereja yang terletak di kelurahan teling tingkulu itu, menurut Ketua panitia pelaksana Flori Sumerah memiliki luas bangunan 126 m2, dengan menelan anggaran sebesar Rp. 4 M yang merupakan swadaya murni dari jemaat dan dibangun selama 4 tahun lebih.
Artikel Lainnya
Kesempatan itu juga Sarundajang, membeberkan tiga tugas pangilan gereja ditengah-tengah dunia, yakni gereja sebagai tempat bersekutu, bersaksi dan melayani. Inilah yang menjadi tujuan sehingga gita membangun gereja. “Seperti jemaat yehuda agar kehadirannya ditenah-tengah dunia bisa memberi berkat bagi orang lain melalui persekutuan yang melayani dan bersaksi kepada semua orang”, harap orang nomor satu di sulut ini.Sebelumnya Gembala Sidang GBI Jemaat Yehuda manado, Pdt Ferro Tunas dalam khotbahnya yang mengambil contoh dua tokoh dalam alkitab perjanjian lama yakni raja daud dan anaknya raja salomo. Dimana daud yang merencanakan, namun Salomolah yang dipercayakan Tuhan untuk membangun Bait Allah sebagai tempat kediamanNya di bukit sion. Ikut hadir diacara tersebut Ketua Majelis daerah Sulut dan Gorontalo Pdt Drs Djhon Lendo, Kaban PMD Sulut DR.Drh Rotinsulu serta para pdt dan jemaat, (Kabag Humas Christian Sumampow, SH Med selaku jubir pemprov sulut).
Sumber: http://humasprovsulut.wordpress.com/2011/06/18/sarundajang-gbi-yehuda-kiranya-jadi-berkat-bagi-orang/


