Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Suasana Rakerda WBI Sulut-Gorontalo 2011Rakerda WBI Sulut Gorontalo 2011

 

Rapat Kerja Daerah WBI Sulut Gorontalo diadakan di Gedung Balai Pelatihan Kesehatan Kec. Malalayang Kota Manado, pada tanggal 4-5 Juli 2011. Tema yang diangkat sebagai Tema Rakerda WBI SuGo tahun ini adalah “Be coming Smart, Impacting and Unshakeable Women of Christ” yang artinya “Menjadi Wanita-wanita Kristen yang Cakap, Berdampak, & tidak tergoyahkan”.

 

Para peserta yang hadir diutus dari seluruh wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo yang berjumlah 10 wilayah, yaitu : Bitung, Minahasa, Manado, Kotamobagu, Bolaang Mongondow Utara & Gorontalo, Minahasa Utara, Kepulauan Sangihe, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, dan Kepulauan Talaud.

 

Jumlah wanita yang hadir ±100 orang. Utusan Pengurus Pusat WBI yang turut hadir untuk memimpin acara sekaligus membawa beberapa materi adalah Ibu. Pdt. Silfani So, S.PAK (Ketua III PP WBI) dan Ibu Piping Ertanto (Biro Pembangunan dan Pemberdayaan Wanita PP WBI), juga turut hadir Pdt. Hengky So yang adalah suami Ibu Silfani So (Gembala Sidang GBI Ecclesia Semanan Jakarta dan anggota MPL GBI DKI Jakarta).

 

 

Kegiatan yang diselenggarakan 2 hari ini, disusun sedemikian padatnya dengan dibagi atas 3 sesi dan 3 pleno. Sesi tersebut dibawakan langsung oleh Pengurus Pusat yaitu Ibu Silfani dan Ibu Piping. Materi yang di bawakan adalah : Tema Rakerda “Be coming Smart, Impacting and Unshakeable Woman of God”, Keluarga Cinta Tuhan, Lima Bahasa Cinta, Hati Seorang Hamba, Bahan Konseling, Masih ada Tuhan, Kecerdasan Spiritual Wanita Allah, dan Perempuan Sederhana berdampak Luar Biasa." Saya melihat, para WBI di Sulut Gorontalo sangat antusias, karena semua mau berpartisipasi dalam program baik yang ada di kota maupun wilayah-wilayah sekitarnya. Saya harap sesuai dengan tema tahun ini, para wanita bisa menjadi wanita yang cakap berdampak dan tidak tergoyahkan. Hal ini menyangkut semua aspek, baik spiritual dan juga emosional. Menjadi wanita yg cakap memiliki dampak bagi keluarga, lingkungan, gereja dan masyarakat.” Ungkap Ibu Silfani So, S.PAK saat diwawancarai.

 

Pdt. Hengky So (Pembicara)Malam harinya, Pdt. Hengky So, S.Th memimpin ibadah KKR hari pertama Rakerda WBI. Beliau mengambil tema “Smart, Impacting & Unshakeable Woman” yang diambil dalam Amsal 31:10-31, bahwa untuk menjadi wanita yang cakap, berdampak, dan tak tergoyahkan kita harus memiliki 3 hal, yaitu : 1) Memilih memiliki pikiran yang benar, 2) Memilih memiliki perkataan yang benar, dan 3) Memilih memiliki sikap iman yang benar.

 

Pada kegiatan Pleno Rakerda WBI, beberapa hal yang di putuskan oleh Korda WBI, antara lain : Pleno I memberi Laporan mulai dari Korda WBI SulutGo dan setiap Korwil-korwil untuk memberi laporan pertanggungjawaban; Pleno II dipimpin oleh PP WBI dalam hal ini dibawakan oleh Ibu Silfani So, S.PAK tentang Tata Kerja WBI, Visi dan Misi Dep. Wanita agar bisa di follow up oleh Korda WBI sampai kepada Korwil-korwil di Sulut Gorontalo; Pleno III adalah tentang penguraian program lokal WBI Sulut Gorontalo untuk tahun 2011/2012.

 

Keseluruhan kegiatan akhirnya ditutup dengan Ibadah Penutup dan Perjamuan Kudus, yang dipimpin oleh Pdt. Hengky So, S.Th. Beliau pun menjelaskan dalam khotbahnya masih dengan tema yang sama “Smart, Impacting, and Unshakeable Woman Part 2” (Kis 16:13-15), bahwa ada

4 hal yang harus kita lakukan untuk menjadi wanita cakap, berdampak dan tak tergoyahkan, yaitu :

 

1) Kita harus hidup seimbang.

2) Kita harus membuka hati untuk Tuhan.

3) Kita harus terbeban untuk keluarga.

4) Kita harus mengikuti pimpinan Tuhan.

 

Khotbah ini meneguhkan setiap hati para wanita yang mengikuti Rakerda WBI Sulut Gorontalo 2011. Saat diwawancarai beliau mengatakan “Wanita itu harus teguh, menjadi wanita yang mandiri dan jangan menjadi wanita yang cengeng, manja, pembuat masalah/trouble maker tapi menjadi wanita yang menjadi berkat bagi dunia. Jangan pula menjadi wanita parasit, gara-gara dia rumah berantakan, gereja menjadi hancur, tapi harus jadi berkat. Karena dia ada di situ gereja menjadi maju, bagus, dan diselamatkan. Itu yang harus!”. Beliau mengharapkan wanita-wanita bisa menjadi sesuai tema Rakerda, menjadi wanita yang cakap mengurus rumah, pelayanan, kehidupan sehari-hari, suami, anak-anak, menjadi wanita cerdas dalam kehidupan yang memberi pengaruh yang positif.”

 

Rakerda WBI Sulut Gorontalo berjalan dengan baik dan lancar, dan yang menjadi panitia dari Korwil Manado yang diketuai oleh Pdt. Ny. Evie Karouw-Mandagi. Diharapkan semangat para wanita yang menjadi peserta Rakerda WBI Sulut Gorontalo 2011 tidak hanya sampai di Rakerda saja, tapi bisa terus di bawa sampai ke wilayah dan gereja lokal masing-masing serta seterusnya dalam kehidupan para wanita dimana pun Tuhan tempatkan. (Gracia Christy /from Email)

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh