Daerah
Ditulis oleh prambudi Jumat, 10 Juni 2011 15:28
BPD Jambi Bengkulu menggelar SMD Gembala di Graha Bethel, Jakarta (7-10/6) dengan tema utama “Datanglah Kerajaan-Mu, Jadilah Kehendak-Mu, di Bumi Seperti di Surga” dan sub tema “Bertindak Bersama, Menjadi Gereja Yang Memberkati Kota”.
Ditulis oleh Raymond Nelson Rabu, 11 May 2011 15:02
Pemerintah Daerah (Pemda) Jayapura belum lama ini memberikan bantuan kepada Gereja Bethel Indonesia (GBI) berupa pembangunan 2 kantor Badan Pekerja Wilayah (BPW) di Grime Nawa dan Sentani, Jayapura.
Untuk Kantor BPW GBI Grime Nawa, persemiannya dilaksanakan pada 22 Maret 2011 lalu di Distrik Dimbongkrang, Grime Nawa, Jayapura, oleh Bupati setempat, Habel Melkias, Suwae, S.Sos,MM. Dan perwakilan BPH GBI dihadiri oleh Sekretaris Umum (Sekum) BPH GBI, Pdt. M. Ferry H. Kakiay, S.Th. Sedangkan Kantor BPW GBI Sentani diresmikan pada 04 Mei 2011 dengan perwakilan BPH GBI, Ketua BPD GBI Jayapura, Pdt. Wonmally, MA.
Ditulis oleh Raymond Nelson Rabu, 11 May 2011 00:00
PASKAH MALUKU RAYA 2011
Bicara tentang Indonesia adalah tidak komplit bila tidak bicara tentang Maluku, yang adalah negeri gugusan seribu pulau, terletak di kawasan Timur republik ini. Demikian pernyataan Hendrik Pattinama, ketua Perayaan Paskah Maluku Raya 2011.
Menurut Hendrik, kehidupan persaudaraan yang harmonis, kerukunan, tolong-menolong dan terjalinnya pela gandong yang sempat di obrak-abrik oleh oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab, karena mereka sebenarnya telah dipakai oleh setan untuk melakukan hal itu, kini semuanya telah berlalu. Karena itu sebagai orang beragama apalagi yang percaya kepada Tuhan Yesus, kita patut besryukur.
Salah satu bentuk ucapan syukur kepada Tuhan inilah maka dilakukan acara Paskah Maluku Raya. Tujuannya adalah, untuk memperbaharui hubungan orang Maluku, keturunan Maluku dan yang pedulu Maluku dengan Tuhan kita Yesus Kristus. Mempererat hubungan di antara basudara orang Maluku maupun keturunan Maluku dan yang peduli Maluku serta sesama. Juga meningkatkan kepedulian, kecintaan orang Maluku terhadap upaya pembangunan dan menyejahterakan orang Maluku, tanah Maluku dan Nusantara sebagai ibadah pelayanan kita kepada Tuhan Yesus Kristus.
Dalam perenungan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. DR. Jacob Nahuway, MA, pada ibadah perayaan Paskah tersebut mengatakan, melalui Kebangkitan Yesus dari kematian jasmani-Nya, manusia yang percaya kepada-Nya telah diselamatkan dari dosa. Dosa semerah kirmizi dipulihkan menjadi seputih salju. Itulah Yesus, sesuai dengan karya besar Allah, menderita, mati di kayu salib dan bangkit. Dan sesuai tema Paskah Maluku Raya 2011, “Ia Bangkit Tanpa Membawa Apa-apa”. Ia mengulasnya melalui pemaparan Firman Tuhan dari Markus 16:1-8. Menurut Ketua BPH GBI itu, minimal ada 4 hal yang telah Yesus tinggalkan saat Ia bangkit dari antara orang mati, yaitu:
- Ia tinggalkan rempah-rempah yang dibawa para wanita. Rempah-rempah adalah barang yang mahal namun jika umat tidak menganggap keselamatan adalah sesuatu yang lebih mahal dari apa yang dianggap dunia mahal, maka umat sedang mencari yang hidup di antara yang mati (Matius 16:26).
- Ia bangkit meninggalkan kubur yang kosong. Kubur yang kosong melambangkan kuasa Tuhan dan Mujizat-Nya. Karena kuasa dan mujizat-Nya yang membangkitkan Yesus sehingga kubur menjadi kosong. Umat Tuhan harus bersedia meninggalkan mujizat supaya dapat berjumpa dengan Tuhan si pembuat mujizat (Yoh. 20:30-31). Jika manusia mencari Tuhan hanya karena mujizat, maka ia sedang mencari yang hidup di antara yang mati.
- Ia bangkit meninggalkan para malaikat yang menjadi saksi kebangkitan-Nya. Para murid dan prajurit meragukan kebangkitannya, namun Ia tidak mengikut sertakan malaikat yang menyaksikan kebangkitan-Nya untuk meyakinkan mereka. Jika kita andalkan yang lain selain Tuhan, maka kita sedang mencari yang hidup diantara yang mati.
- Ia bangkit meninggalkan kain kafan yang membungkus-Nya. Kain atau baju yang dikenakan seseorang melambangkan kemegahan, kemuliaan dan harga diri. Tuhan Yesus meninggalkan segala kemuliaan dan kebesaran-Nya untuk menebus dosa manusia (Filipi 2:5-80). Jika umat tidak bersedia meninggalkan segala sesuatu dan menjadi miskin dihadapan-Nya, maka kita tidak sedang mencari yang hidup di antara yang mati.
Umat Tuhan di Maluku yang berjumlah lumayan besar tersebut memadati Stadion Sepakbola Karang Panjang, Ambon untuk memeriahkan Paskah 2011. Perayaan tersebut dikemas dalam bentuk Kebaktian Penyegaran Iman di 10 kota se-provinsi Maluku, Festival Vocal Group, Seminar, Aksi Sosial dalam berbagai bentuk, Pawai keliling kota Ambon dan ditutup dengan Kebaktian Raya di lapangan Merdeka Ambon yang dimeriahkan oleh 1.000 peniup seruling, Paduan Suara, para artis ibukota seperti, Minggus Tahitu dan Diana Nasution, Elo, Talita Doodoh, Yopie Hattu, Igo, Grace Simon dan Masnait VG, lengkap sudah sukacita Paskah Maluku Raya 2011 yang dikemas dengan baik tersebut. [deb/naskah: @KaperNews].
Halaman 3 dari 3
- Mulai
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- Selanjutnya
- Akhir


