Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Sikap seseorang sangatlah dipengaruhi oleh apa yang sedang dia pikirkan. Jika pikirannya dikuasai oleh ketakuan maka ia akan bertingkah-laku layaknya orang ketakutan. Jika pikirannya dipenuhi dengan kepicikan maka sikap dan tingkah-lakunya, bahkan keputusan-keputusannya diwarnai dengan hal-hal yang sempit atau sangat terbatas. Sebaliknya, jika seseorang berpikiran luas, pastilah ia bersikap bebas dan tak terbataskan.

Misi global akan menjadi kenyataan jika para pelakunya memiliki pemikiran yang global, artinya tidak terbatas dengan ruang lingkup tertentu. Dalam Firman-Nya, Yesus menyatakan tentang sebuah rencana yang sifatnya global. Perhatikan Kisah Para Rasul 1:8 "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Disini jelas kita diharapkan tidak focus hanya kepada Yerusalem, tapi sampai keujung bumi, dan Ia menganugerahkan Kuasa Roh Kudus untuk melayani.

Melalui MAJALAH PENYULUH edisi ke-51 ini, kami menyampaikan pendapat dari beberapa pemimpin yang ada melalui artikel-artikel yang disajikan. Kami berharap lewat terbitan ii dapat membantu pembaca untuk membuka diri dengan mulai berpikir, bertindak dalam pelayanan yang bersifat global. Tuhan memberkati kita semua.

Selamat Membaca

Berlangganan Renungan

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner