Ditulis oleh Raymond Nelson Sabtu, 12 Juni 2010 03:24
Masalah kebersamaan adalah masalah yang sangat klasik, Alkitab telah menyaksikan tentang hal itu beribu-ribu tahun lalu.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kebersamaan memiliki kekuatan yang besar untuk membangun sesuatu dalam kehidupan manusia. Maka dari itu Penyuluh Edisi ke-49 kali ini mengangkat kembali tentang apa dan bagaimana kebersamaan itu.
Kita tahu bahwa kebersamaan yang melahirkan kekuatan tidak mungkin terjadi tanpa adanya persatuan. Tuhan Yesus khusus berdoa bagi kesatuan orang-orang percaya agar kuasa dan kekuatan Allah menyertai mereka. "Dan bukan untuk mereka ini saja (murid-murid) Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
Selain isu kebersamaan, Penyuluh Edisi ke-49 juga mengangkat Perintisan GBI di Tanah Toraja yang dirintis oleh seorang anak desa Pdt. Thomas Tandiallo, Apa dan bagaimana mewaspadai Bahaya Pnemonia, dapat ditemukan di rublik Kesehatan. Serunya para pemuda GBI memberikan suaranya dalam pemilihan Ketua Baru dapat anda temukan dihalaman 40-49. Serta Refleksi Pdt. Purim Marbun dalam kiprahnya di Organisasi Kepemudaan Gereja Bethel Indonesia yang dapat ditemui pada hal. 92 dan masih banyak lagi hal-hal yang menarik dan patut untuk dibaca oleh para pejabat Gereja Bethel Indonesia.
Selamat Membaca


