Artikel
Membayar Harga Keseriusan
Ditulis oleh Pdt. Dr. Erastus Sabdono, M.Th Selasa, 31 Januari 2012 00:00
"Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia" (Ibrani 11:6)
Ada satu hal yang harus kita terima dan sungguh-sungguh alami, yaitu menunjukkan keseriusan sebagai anak-anak Allah. Menjadi serius bukan tergantung anugerah Tuhan atas setiap individu, tetapi tergantung pada diri kita masing-masing, karena pada dasarnya setiap kita bisa serius.
Alkitab jelas menunjukkan, bahwa kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.
Ini sungguh-sungguh tergantung respon setiap individu menanggapi kenyataan, bahwa Allah itu ada dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Keseriusan dengan tindakan konkret ini merupakan langkah yang menyelamatkan kehidupan setiap individu.
Dibentuk Menjadi Bejana Yang Indah
Ditulis oleh Pdt. Themmy L. Berhitoe Senin, 30 Januari 2012 08:25
"Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat ditangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya" (Yeremia 18:4).
Firman Tuhan hari ini berbicara tentang bagaimana Allah menggambarkan diri-Nya seperti seorang tukang periuk yang terus-menerus membentuk bejananya menjadi indah dan menarik. Saat tukang periuk membentuk tanah liat untuk membuat sebuah bejana, dengan sungguh-sungguh Yeremia memperhatikannya.
Namun yang menarik disini, saat tukang periuk melihat cacat pada bejana yang sedang ia kerjakan, ia bukannya membuang tanah liat itu, tetapi justru membuatnya kembali, sehingga menghasilkan sebuah bejana yang sempurna.
Dipakai Namun Ditolak
Ditulis oleh Pdm. Yudika Ziliwu, S.Th Minggu, 29 Januari 2012 00:00
Bacaan: Matius 7:21-23
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Sorga (Ayat 21).
Melayani Tuhan adalah sebuah panggilan terhormat bagi orang-orang yang menerimanya, orang yang mendapat panggilan untuk melayani Tuhan sering sekali tidak memusingkan diri dengan penghidupannya, mereka telah siap menghadapi segala resiko yang disebabkan oleh tugas tersebut.
Dikatakan melayani Tuhan sebagai panggilan tertinggi, karena meski penuh dengan kekurangan, namun diberi kepercayaan untuk melayani Tuhan Allah, Pencipta langit dan bumi, diberikan hak untuk bicara atas nama Dia kepada umat manusia dimanapun.
Adopsi, Hubungan Yang Baru Dengan Allah
Ditulis oleh Raymond Nelson Sabtu, 28 Januari 2012 00:00
Bahan: I Yohanes 3:1
Allah adalah pencipta dan kita ciptaan-Nya, Ia Gembala dan kita domba-domba-Nya. Namun hubungan anak dan bapa adalah hubungan yang baru dengan Allah. Alkitab berkata: “Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia” (Mazmur 103:13).
Siapa kita yang Allah dapat mengangkat kita menjadi anak-Nya. Adopsi adalah hubungan yang baru dengan Allah. Simak tujuh hal yang mewarnai posisi kita sebagai anak Allah (1 Yohanes 3:1).
Hari-Nya Tuhan
Ditulis oleh Pdt. dr. Olly E Mesach Sabtu, 28 Januari 2012 00:00
"Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat" (Keluaran 20:8)
Peraturan mengenai hari sabat telah ditetapkan sebelum pemberian 10 Hukum di Sinai, ketika Tuhan menurunkan 'mana', yaitu roti dari sorga yang menghampiri tanah dimana Israel berkemah setiap pagi, maka Tuhan Allah memberi ketetapan, bahwa setiap pagi bani Israel harus mengumpulkan 'mana' itu untuk dimakan, diolah, dimasak untuk hari itu.
Untuk hari esoknya, maka Tuhan menurunkan 'mana' yan baru, tetapi pada hari keenam, bangsa itu harus mengumpulkan dua kali lipat takaran dari sehari-hari, karena pada hari ketujuh, yaitu Sabat, 'mana' tidak akan diturunkan. Hari itu ditetapkan sebagai "hari perhentian penuh bagi Tuhan" (Keluaran 35:2).
Pada hari Sabat, bani Israel tidak boleh melakukan pekerjaan untuk diri mereka sendiri, hari itu ditetapkan sebagai hari ibadah bagi Tuhan (Imamat 23:3; Bilangan 28:10). Umat Tuhan harus beribadah dengan mempersembahkan korban bakaran bagi Tuhan.
Artikel yang lain...
Halaman 9 dari 23


