Gereja Bethel Indonesia

             | 

Artikel

E-mail Cetak PDF

Hukum Beda Dengan Hukum Dunia

Bacaan: I Petrus 6:27-36

 

"Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu apakah jasamu" (Lukas 6:32a)

 

Kalau kita berbicara mengenai kasih, maka jelas harus ada perbedaan antara asih menurut hukum Tuhan dan kasih menurut hukum dunia. Kasih menurut hukum dunia adalah kasih yang berdasarkan logika atau akal pikiran manusia. Kasih ini muncul karena ada sesuatu yang menguntungkan atau hal yang ingin diperoleh.

 

Sedangkan kasih menurut hukum Tuhan adalah kasih yang berdasarkan kebenaran Allah yang disampaikan melalui Alkitab. Kasih ini muncul karena kasih Allah yang ada dalam diri manusia, Allah lebih dahulu mengasihi manusia. Maka sepatutnya manusia juga mengasihi Allah dan sesamanya. Kasih menurut hukum Allah adalah kasih yang tidak menuntut balas serta bertujuan hanya untuk memuliakan Allah.

E-mail Cetak PDF

Yesus Sebagai Allah Yang Memurnikan

"Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab; TUHAN adalah Allahku!" (Zakharia 13:7-9).

gilbert lumoindong

 

Dalam kitab Zakharia Yesus adalah Tuhan yang memurnikan. Zakharia adalah nabi, imam dan keturunan Lewi, nama Zakharia berarti "Tuhan ingat". Persoalan manusia hari-hari ini adalah lupa, setiap kita pasti pernah lupa, tetapi Tuhan selalu ingat.

 

Apa yang Tuhan ingat? Tuhan ingat kita. Perbuatan baik kita, janji-Nya dan Tuhan ingat dosa yang belum kita akui. Untuk melihat keperkasaan Tuhan, untuk melihat kemuliaan-Nya dinyatakan, Allah harus memurnikan kita terlebih dahulu.

 

Diakhir zaman Allah akan memakai gereja-Nya dengan luar biasa, berkat-berkat Allah dicurahkan, kemuliaan Allah dinyatakan, hal-hal yang tak pernah kita pikirkan Tuhan sediakan dengan luar biasa buat orang-orang yang percaya dan mengandalkan Tuhan.

E-mail Cetak PDF

Melihat Hari-Hari Baik

Bacaan: I Petrus 3:10-11

 

"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu" (Ayat 10).

 

Setiap manusia memiliki harapan dan kerinduan tentang hari-hari yang indah dan hari-hari baik yang didambakan dalam kehidupan ini. Bencana malapetaka dan berbagai kejadian yang buruk merupakan kejadian-kejadian yang berusaha dihindari oleh manusia. Namun kenyataan hidup terkadang menunjukan sebuah kenyataan yang berbeda dari yang kita harapkan.

 

Secara umum pemahaman "hari-hari baik" bagi setiap orang adalah hari yang menyenangkan atau menggembirakan, yakni hari dimana tidak ada masalah melainkan hari yang mendatangkan kebaikan, ketenangan, kedamaian dan keuntungan dan rejeki.

E-mail Cetak PDF

Kekuatan Yang Terbatas

"Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan" (Mazmur 33:16)

 

Dewasa ini tingkat kemajuan manusia telah mencapai titik yang luar biasa, kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi telah melahirkan berbagai penemuan besar di segala bidang kehidupan. Hal ini telah membawa manusia kepada sebuah peradaban yang tinggi dan membuat manusia modern sangat percaya diri dengan pencapaiannya.

 

Kita senang dan bangga atas keberhasilan manusia dalam mencapai kemajuan yang luar biasa, namun sangat disayangkan bahwa ternyata manusia sedang mengalami kemajuan di bidang lain dan pada saat yang sama juga telah mengalami kemunduran, justru sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia yang panjang di dunia ini.

E-mail Cetak PDF

Dihakimi Menurut Perbuatan

Bacaan: Roma 2:5-7

 

"Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya" (Ayat 26)

 

Apakah kita menganggap hanya orang Kristen saja yang mempunyai kesalehan? Menganggap bahwa dalam hidupan orang-orang non-Kristen tidak ada orang-orang yang emmiliki kualitas yang luar biasa disbanding dengan manusia kebanyakan adalah anggapan yang tidak jujur. Tentu pengertian saleh disini tidak boleh diukur dengan kesalehan standar sempurna bagi umat Perjanjian Baru.

 

Bila kita mengamati kesalehan Ayub, maka kita menemukan kesalehan non-Yahudi dan juga non-Kristen yang luar biasa. Ayub hidup sebelum zaman Abraham dan ia bukan termasuk orang Yahudi umat pilihan Allah (Ayub 1:1). Tentu masih banyak lagi orang-orang yang memiliki kesalehan seperti mereka. Demikian juga Yitro, mertua Musa. Ia orang Midian yang mengenal Allah Israel, ia memuji Tuhan dan mempersembahkan korban bagi Allah Israel (Keluaran 18:12).

Halaman 1 dari 16