Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Tolong, Aku Tidak Berdaya

Anggur Baru Edisi November 2011Kalimat ini merupakan sebuah kalimat yang terdengar langsung diungkapkan maupun yang tersimpan dan tidak terdengar, namun ada di dalam hati banyak orang yang sedang menghadapi berbagai masalah dalam kehidupannya.


Ketidakberdayaan merupakan sebuah kondisi yang tidak dapat ditoleransi lagi oleh seseorang, sehingga dia menjerit dan membutuhkan pertolongan orang lain. Pada level tertentu, bisa saja pertolongan yang diperlukan hanya bersifat kecil, namun dalam kasus-kasus tertentu, seringkali pertolongan yang diharapkan sangat besar dan jika pertolongan tidak datang pada saat yang diperlukan dapat berakibat fatal bagi orang yang mengharapkan pertolongan tersebut.


Didalam Alkitab, kita dapat memperoleh gambaran tentang orang-orang yang dipakai oleh Tuhan, tetapi pada saat tertentu, mereka tidak berdaya dan putus asa. Elia pernah mengalami keputusasaan di Gunung Horeb, Yunus mengalami keputusasaan, Ayub menyangkal hari kelahirannya, orang-orang Israel putus asa di padang gurun. Gambaran tentang sebuah ketidak berdayaan merupakan gambaran yang manusiawi tentang keterbatasan manusia yang di saat tertentu menghadapi pergumulan kehidupan, dia menjadi tidak mampu dan tidak sanggup lagi.





Pengalaman orang-orang yang telah menang dari ketidakberdayaan memberi pelajaran khusus kepada kita, bahwa mereka dapat melalui semua pergumulan yang berat itu dan dapat melewati masa-masa yang sukar dalam kehidupan karena beberapa hal, yakni:


1. Mengandalkan Tuhan (Yeremia 17:7). Kesadaran bahwa pengalaman dan semua potensi manusia sangat terbatas, telah membawa setiap orang percaya untuk datang kepada Tuhan dan mengandalkan kekuatan Tuhan melewati setiap cobaan dan tantangan kehidupan yang terberat.


Menyadari bahwa hanya Tuhan yang sanggup memberikan kekuatan ekstra di kala semua hal yang bisa diandalkan menjadi tidak efektif lagi, membuat setiap orang percaya dapat melalui saat-saat yang paling berat dalam hidupnya. Elia dipulihkan ketika dia mendapatkan kekuatan baru dari Tuhan, Ayub dipulihkan ketika dia datang kepada Allah dengan rendah hati dan meyadari bahwa Tuhan mempunyai kesanggupan dalam kedaulatan-Nya untuk mengijinkan apa saja terjadi dalam hidup seseorang.


2. Menyerahkan cara penyelesaian di tangan Tuhan (Amsal 16:3). Ada banyak ketidakberdayaan terjadi ketika kita berusaha untuk mencoba mencari jalan keluar dengan cara kita dan bukan dengan cara Tuhan. Banyak orang menjadi tidak berdaya, karena semua perhitungan dan berbagai upaya tidak berhasil dalam menemukan solusi dari setiap persoalan pelik yang dihadapinya.


Orang yang berserah dan berharap kepada Tuhan adalah mereka yang belajar sebuah kebenaran, bahwa “biarkan Tuhan dengan cara-Nya” untuk memberikan jalan keluar dari masalah kita. Hal itu berarti, bahwa kita tidak bisa membuat jalan dan cara sendiri, tetapi menyerahkan kepada Tuhan yang kaya dengan banyak cara untuk memberikan pertolongan yang ajaib.


3. Mengubah cara kita memandang masalah (Filipi 4:8). Banyak orang menjadi tidak berdaya dalam kehidupannya, karena mereka telah salah dalam mengartikan sebuah masalah atau sudut pandangnya terhadap masalah menjadi penyebab ketidakberdayaannya. Ketika seseorang berpikir, bahwa segalanya telah hilang dan segalanya menjadi tidak berarti oleh karena masalahnya tertentu yang dihadapinya, maka hal ini dapat membuat orang tersebut merasa tidak punya arti lagi dalam hidup ini dan sudah tidak perlu lagi menjalani kehidupan ini.


Ketika seseorang berpikir, bahwa semua orang telah meninggalkannya dan bahwa tidak ada lagi pilihan lain selain mengakhiri hidupnya karena sebuah masalah yang berat, maka yang akan terjadi dengan orang tersebut adalah ketidakberdayaan dan kehancuran.


Alkitab menjadi pedoman kehidupan yang menuntun kita untuk menyadari, bahwa Tuhan selalu bersama dengan anak-anak-Nya dalam masalah yang paling berat sekalipun. Kesempatan untuk mengisi kehidupan ini dengan banyak hal yang positif masih terbuka luas dihadapan kita, anugerah keselamatan yang diberikan Allah di dalam Kristus jauh lebih tinggi nilainya dari semua kenikmatan dunia ini, pencobaan-pencobaan diijinkan Allah untuk menguji iman dan kesetiaan kita kepada-Nya dan berbagai pandangan positif lainnya, merupakan pertolongan yang dibutuhkan oleh setiap saudara yang sedang menjerit mengharapkan pertolongan Tuhan pada saat cobaan kehidupan menjadi sangat berat.


Milikilah minimal 3 pemahaman di atas, sehingga saudara yang sedang tidak berdaya mampu keluar dan menjadi pemenang!

DAPATKAN SEKARANG RENUNGAN HARIAN BERMUTU ANGGUR BARU

SEGERA Hubungi:


Telp: 021-42803664


Email: Alamat E-mail ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya


Rekening: BCA K.S. TUBUN, No. 526.0322577 a.n. MAKARONI GBI

Edisi lainnya