Yesus Sebagai Allah Yang Memurnikan
Ditulis oleh Pdt. Gilbert Lumoindng, S.Th Rabu, 22 Februari 2012 07:29
"Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab; TUHAN adalah Allahku!" (Zakharia 13:7-9).
Dalam kitab Zakharia Yesus adalah Tuhan yang memurnikan. Zakharia adalah nabi, imam dan keturunan Lewi, nama Zakharia berarti "Tuhan ingat". Persoalan manusia hari-hari ini adalah lupa, setiap kita pasti pernah lupa, tetapi Tuhan selalu ingat.
Apa yang Tuhan ingat? Tuhan ingat kita. Perbuatan baik kita, janji-Nya dan Tuhan ingat dosa yang belum kita akui. Untuk melihat keperkasaan Tuhan, untuk melihat kemuliaan-Nya dinyatakan, Allah harus memurnikan kita terlebih dahulu.
Diakhir zaman Allah akan memakai gereja-Nya dengan luar biasa, berkat-berkat Allah dicurahkan, kemuliaan Allah dinyatakan, hal-hal yang tak pernah kita pikirkan Tuhan sediakan dengan luar biasa buat orang-orang yang percaya dan mengandalkan Tuhan.
1. Kemurnian dan kekudusan adalah syarat mutlak agar Roh Kudus dapat tinggal dan berkarya dalam kehidupan kita. Syarat mutlak untuk seseorang dipenuhi Roh Kudus adalah hidup dalam kekudusan. Kekuatan kita datangnya dari Roh Kudus tetapi kuasa Roh Kudus tidak secara otomatis masuk dalam diri orang atau gereja.
Waktu hidup kita benar dan waktu berjalan dalam kekudusan, maka Allah mengutus Roh-Nya ada dalam hidup kita dan waktu kita berjalan bersama Roh Kudus maka kita tidak akan turun tetapi diangkat-Nya kita naik tidak menjadi ekor tetapi kita dipimpin menjadi kepala.
Kemurnian dan kekudusan membuat hidup kita berkenan dihadapan Allah
2. Kemurnian dan kekudusan adalah senjata yang dapat menaklukan setiap musuh. Kekudusan adalah senjata kita dan bukan suatu beban berat tetapi kekudusann seharusnya menjadi perhiasan, ibarat rumah tanpa perhiasan / perabotan yang indah lama-kelamaan akan menjadi tempat yang menjenuhkan atau membosankan.
1. Apa yang harus kita lakukan untuk memperoleh hidup kudus dihadapan Allah? 2. Apa akibatnya jika tidak hidup kudus dihadapan Allah? 3. Bagaimana cara menjaga agar hidup kita tetap kudus dihadapan Allah?
Orang yang hidup dalam dosa, hidup tanpa kekudusan lama-kelamaan akan menjadi jenuh, karena dosa dapat membuat orang lelah, tetapi orang yang berjalan dalam kekudusan makin lama makin indah mengalami dan merasakan kasih Tuhan yang luar biasa.
3. Kemurnian dan kekudusan akan menuntun kita senantiasa menjadi orang yang berkenan kepada Tuhan. Tuhan mau kita hidup kudus karena orang yang kudus adalah orang yang berkenan bagi Tuhan. Orang yang tidak hidup dalam kekudusan bisa saja masuk gereja atau terlibat dalam pelayanan bahkan menjadi pendeta atau pengkhotbah, tetapi dia tidak mungkin berkenan dihadapan Allah.
4. Kemurnian dan kekudusan membawa doa-doa kita sampai kehadirat Allah. Doa kita tida pernah didengar oleh Tuhan jika hidup kita tidak kudus. Jika hidup kita benar, kita naikkan doa maka setan tidak akan menahan doa kita. Waktu kita hidup benar, kita naikkan doa maka doa itu dikawal oleh malaikat dan dibawa kehadirat Tuhan dan Tuhan ganti menjadi mujizat.
Milikilah kemurnian agar hidup kita berkenan dan diberkati Allah!
Doa
Tuhan Yesus, Engkau telah menguduskan hidupku, berilah saya kekuatan agar saya bis menjaga dan memelihara kekudusan hidup di hadapan-Mu ya Tuhan. Amin.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|


