Gereja Bethel Indonesia

Kehidupan Yang Membawa Dampak

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

"Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Aku yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu" (Yohanes 15:16)

 

Tuhan sangat rindu agar hidup yang kita miliki ini harus memberi dampak positif bagi dunia ini. Dalam konteks ini, minimal kita mengenal dua kebenaran sebagai berikut:

 

1. Hidup kita harus berguna bagi Kerajaan Allah (Roma 14:17).

"Sebab Kerajaan Allah bukan soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus". Tuhan rindu agar kehidupan kita di dunia ini mendemonstrasikan nilai-nilai Kerajaan Allah, sebab untuk itulah kita dipanggil, untuk itulah kita dipilih, untuk itulah kita ditetapkan, bahkan untuk itulah kita ada didunia ini.

 

Itu sebabnya sebagai orang percaya, kita harus sadar akan hal tersebut dan segera berkomitmen untuk mewujudkannya dalam aksi yang riil. Dalam ayat bacaan diatas, minimal ada tiga nilai Kerajaan Allah yang terpapar diatas yang harus kita proklamasikan dalam kehidupan kita setiap hari, yakni:

 

a. Kebenaran. Kebenaran yang dimaksud oleh Allah tentu tidak seperti yang kita pahami dalam dunia hukum yang berlaku didunia ini. Kebenaran menurut Alkitab adalah bahwa kita menjadi benar bukan karena tindakan kita, bukan karena perbuatan kita, tetapi Allah-lah yang membenarkan kita. 

 

Selanjutnya, tindakan benar yang kita lakukan adalah merupakan ekspresi dari pembenaran yang telah Allah kerjakan dalam hidup kita. Ringkasnya, kita berbuat benar adalah bukti bahwa kita telah dibenarkan oleh Allah. 

 

Sedangkan kebenaran yang digali dari hukum dunia adalah bahwa kita menjadi benar karena tindakan kita yang sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku, baik hukum moril maupun hukum agama. Pandangan ini berfokus pada manusia atau human centris, sedangkan kebenaran menurut konsep Kristen tidak bertumpu pada manusia tetapi pada peran sentral Allah.

 

Orang percaya harus membawa dampak positif dan memproklamasikan serta memanifestasikan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari

 

b. Damai sejahtera. Nilai Kerajaan Allah ini menegaskan bahwa kehadiran orang percaya ditengah-tengah dunia ini adalah menghadirkan dama sejahtera, bukan permusuhan, bukan pertikaian, bukan pertentangan dan lain sebagainya. Maksudnya, dimana ada orang percaya disitu ada ketenangan, dimana ada orang percaya disitu ada keteduhan, dimana ada orang percaya disitu ada kedamaian.

 
Renungkanlah

1. Mengapa kita harus berdampak bagi dunia? Jelaskan!

2. Bagaiamana cara memproklamasikan nilai-nilai Kerajaan Allah

3. Tindakan-tindakan apa yang harus kita lakukan untuk memanifestasikan nilai-nilai Kerajaan Allah? Tuliskan!

 

 

c. Sukacita oleh Roh Kudus. Semua orang bisa merasakan sukacita, namuan pertanyaannya adalah: Apa yang membuat saudara bersukacita? Uang, harta atau yang lainnya? Harus diakui bahwa dunia bisa membuat manusia bersukacita tetapi sukacita yang berasal dari dunia sifatnya sementara, tetapi sukacita yang datangnya dari Tuhan melalui Roh Kudus itu bersifat kekal. Dan Tuhan rindu agar sukacita seperti itulah yang kita manifestasikan dalam hidup ini.

 

2. Hidup kita harus berguna bagi Sesama.

Tuhan tidak mau kita menjadi egois karena egois itu bukan ciri hidup orang percaya, hidup orang percaya harus mau berbagai dan peduli dengan sesamanya sebagaimana Kristus Yesus peduli dan mau berbagi dengan kita.

 

Doa

Tuhan Yesus, tuntunlah aku agar dapat berdampak bagi setiap orang yang ada disekitarku, serta aku memproklamasikan dan memanifestasikan nilai-nilai Kerajaan-Mu dalam kehidupanku sehari-hari. Amin

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh