Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

ab-jan-2012

Kekuatan Cinta

 

 

Cinta dapat menggerakkan seorang pelukis menghasilkan lukisan yang sangat indah, cinta dapat menggerakkan seorang penyair membuat lagu atau puisi yang hebat, cinta telah menggairahkan hidup seseorang yang hamper mati karena keputusasaan, cinta telah membuat perbedaan di kesampingkan, cinta telah membuat banyak hal yang tidak mungkin terjadi. Memang kekuatan cinta sangat besar dan dapat menggerakkan manusia melakukan apa saja atas nama cinta.

 

Bulan Februari adalah bulan kasih sayang karena ada satu hari yang khusus di bulan ini disebut sebagai hari kasih sayang. Dihari special kasih sayang itu, banyak orang yang saling berkirim pesan, bunga, bertemu, reuni dan membuat acara-acara yang bertemakan cinta dan kasih sayang. Sepertinya terlalu banyak hal yang bisa dijadikan simbol kasih sayang dan betapa agungnya cinta kasih itu. Memang berbicara tentang cinta akan selalu indah dan tidak mudah dilupakan.

 

Dibalik indahnya berbagai kasih cinta, ternyata realitas menunjukkan kepada kita bahwa seringkali kekuatan cinta itu hanya bersifat sementara pada suatu waktu tertentu dan kemudian bisa hilang dan berubah. Mengapa? Karena cinta bukan hanya sekedar kata-kata, salaman, bunga, ciuman dan pelukan.

 

Cinta membutuhkan pengorbanan, pengertian, kesediaan untuk menerima kelemahan dan kekurangan orang yang dicintai dan cinta terkadang membuat kita menderita. Cinta tidak seluruhnya bercerita tentang keindahan, tetapi juga ada air mata dan kesusahan didalamnya. Cinta yang sejati dan ideal telah dinyatakan oleh Allah kepada manusia.

 

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang Tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya, tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16). Allah berinisiatif untuk menyelamatkan manusia berdosa dengan datang sendiri menemui manusia dalam keadaan seperti manusia, dilahirkan seperti manusia, menangis, lapar dan haus, menjerit dan bergumul seperti manusia.

 

Dia adalah Allah yang tidak terbatas dan Maha Kuasa, tetapi telah membatasi diriNya untuk menyelamatkan manusia. Apakah yang telah menggerakkan Allah sehingga Ia menjelma menjadi manusia? KASIH yang telah menggerakkan Allah, Kasih Allah (Agape) adalah kasih yang tidak menuntut balas, Dia mengasihi manusia bukan karena kebaikan dan layaknya manusia di hadapanNya (Efesus 2:8-9). Kasih Allah telah menggerakkanNya untuk rela mengutus AnakNya bagi pendamaian dosa-dosa manusia (1 Yohanes 4:10).

 

Cinta kasih Allah yang telah kita terima, seharusnya juga menggerakkan hati kita untuk menemui mereka yang membutuhkan jamahan kasih Allah itu. Jika kasih Kristus menguasai seseorang, maka orang tersebut tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri melainkan untuk Kristus.

 

"Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka hidup, tidak lagi untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka" (2 Korintus 5:15). Jika kita telah menerima kasih Allah, maka sudah seharusnya untuk kita menjadi alat/sarana/media menyalurkan kasih Allah itu kepada setiap orang yang membutuhkan kasih Allah itu.

 

Kasih Allah membuat kita mengerti bahwa hidup kita hanyalah untuk Kristus dan KerajaanNya. Kasih Allah yang membuat kita siap menderita bagi Kristus (Filipi 1:29). Semuanya hanya digerakkan oleh Kasih/Cinta yang Kekal. Hiduplah dengan penuh cinta.

 

Tuhan Yesus Memberkati!

Dapatkan Renungan Bermutu Anggur Baru Edisi Januari 2012

Sekarang Juga..!!!

Informasi:

Ibu Josiana Soerjadi & Ibu Vivi atau Bapak Marisi Pada Jam Kantor di +62 21 42803664