Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Pembukaan Rakernas & Rapimnas DPA GBI 2012

Pada hari pertama, Senin (6/2/2012) Pembukaan Rapimnas & Rakernas III DPA GBI diawali dengan Ibadah, yang dilayani oleh Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro (Ketua BPH GBI yang membawahi DPA). Pdt. Dwidjo mengambil Nats Firman Tuhan dari Kisah Para Rasul 4:13 "Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus".

 

Pdt. Dwidjo dalam khotbahnya menerangkan bahwa generasi muda harus memiliki keberanian untuk memberitakan Injil dimanapun dan kapanpun, serta menjadi seorang yang berkarakter Kristus. Beliau menyampaikan bahwa sebagai hamba Allah, kita harus berjumpa dengan Tuhan Yesus secara pribadi, sebelum membuat orang juga berjumpa dengan Tuhan Yesus. Ledakan iman tidak akan terjadi jika kita tidak memiliki waktu bersekutu dengan Tuhan Yesus Kristus.

 

Setelah Pdt. Dwidjo menutup ibadah dengan doa berkat, acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan. Acara yang bertemakan "BIG Movement" ini dibuka oleh Direktur Urusan Agama Kristen, Bapak Edward Pasaribu, M.Th yang mewakili Menteri Agama RI dengan pemukulan tifa. Dalam sambutannya Bapak Edward mengungkapkan bahwa suasana Rapimnas dan Rakernas DPA GBI sangat kekeluargaan dan penuh keakraban. Lebih lanjut Beliau mengatakan bahwa Manokwari merupakan tempat yang tepat dalam mengadakan kegiatan rohani berskala nasional. Beliau mengusulkan agar diadakan konferensi pimpinan generasi muda antar sinode di Indonesia, yang saat ini berjumlah 323 sinode.

 

Pdp. Erenst Ngabalin, S.Hut (Ketua Panitia) yang juga Ketua Pengurus Daerah DPA GBI Papua Barat memberikan sambutan dan laporan acara Rapimnas & Rakernas III DPA GBI. Beliau mengungkapkan bahwa dalam rangka memberikan yang terbaik bagi Tuhan Yesus dan para peserta Rakernas dan Rapimnas DPA GBI 2012, segenap panita telah melakukan aksi pembersihan lingkungan di Manokwari sejak pertengahan Januari sampai tanggal 4 Februari 2012. Lebih lanjut Pdp. Erenst mengatakan demi mengenal Papua lebih dalam lagi, maka panitia mengajak para peserta mengunjungi Pulau Mansinam dan menanam pohon di Pantai Pasir Putih. Penanaman pohon ini didukung oleh BRI Cabang Manokwari, kemudian Pdp. Erenst memberikan laporan anggaran, seluruh anggaran yang dibutuhkan dalam Rakernas dan Rapimnas DPA GBI 2012 sebesar Satu Milyar Lima Ratus Tujuh Juta Rupiah.

 

dr.Dr. Dwidjo SaputroSedangkan dalam sambutannya Pdm. Timotius Tan mengatakan, bahwa setiap generasi muda GBI harus mengerti panggilan hidupnya, dimana Tuhan menempatkan kita untuk mengabdi bagi kepentingan Tuhan dan Kerajaan-Nya. Tentu ini bukan hal yang mudah, karena kita harus merubah pola berpikir (mindset) generasi muda, yang selama ini hidup hanya untuk diri sendiri menjadi "bagiku hidup adalah Kristus". Fokus pelayanan DPA GBI periode ini adalah Bless Impact Generation (BIG) dalam 7 bidang kehidupan (Seven Spheres: Art/Media/Entertainment, Business, Chruch, Development of the poor, Education, Family, Governance) . BIG ini jangan hanya sekedar program tetapi menjadi pergerakan (movement) bagi generas muda GBI, sehingga menjadi generasi muda yang menjadi berkat dan memiliki hidup berdampak positif bagi komunitas, kota dan bangsa.

 

Selain itu Bupati Manokwari, Dr. Bastian Salabai, S.Th., MA., M.Th mengatakan dalam sambutannya bahwa waktu pelaksanaan Rakernas dan Rapimnas DPA GBI tahun 2012 dari tanggal 6-8 Februari 2012 memiliki makna yang sakral bagi kami di tanah Papua sebab moment ini bertepatan dengan peringatan masuknya Injil ke tanah Papua. Lebih lanjut Bupati Manokwari ini mengatakan dengan mengusung tema "Big Movement" kami menaruh harapan besar agar kinerja dan prestasi Pemuda GBI makin ditingkatkan dengan lebih berani melakukan terobosan-terobosan yang berdampak besar, bukan hanya untuk kepentingan gereja tetapi juga kepentingan masyarakat umum sebagaimana pesan Tuhan kepada kita bahwa "Kamu adalah garam dan terang dunia".

 

Mengakhiri sambutannya Bapak Bastian Salabai (Bupati Manokwari) memberikan apresiasi yang tinggi kepada panita dan seluruh Pemuda GBI yang telah berupaya keras menyelenggarkan Rakernas & Rapimnas, kiranya Tuhan menolong dan memberikan kesuksesan kepada kita semua, katanya lagi.

 

Selanjutnya, sambutan Gubernur Papua Barat secara tertulis diwakili oleh Staf ahli Departemen Sosial – Papua Barat, mengatakan Acara ini merupakan agenda nasional pertama dari pemuda gereja yang diselenggarakan di tanah Papua, karenanya ini perlu dicatat sebagai sebuah peristiwa penting yang dilakukan oleh pemuda Gerej a Bethel Indonesia untuk membangun kualitas generasi muda yang setera di seluruh wilayah Indonesia, sehingga tidak terdapat perbedaan kualitas yang menyolok antara Pemuda di Indonesia Timur dengan kualitas Pemuda di Indonesia bagian Barat.

 

Katanya lagi peserta Rakernas dan Rapimnas DPA GBI 2012 dapat memanfaatkan kesempatan ini, sebaiknya dalam rangka membangun komunikasi dan konsolidasi secara baik untuk memberikan sumbangsih pemikiran yang konstruktif dan produktif supaya dapat menghasilkan keputusan-keputusan dan program-program kerja yang mantap, terencana, terukur dan dapat dilaksanakan bagi kepentingan gereja juga berdampak luas bagi kemajuan masyarakat bangsa dan Negara.

Bupati Manokwari

Setelah sambutan-sambutan, Vocal Groups Eben Haezer memberikan kesaksian pujian dan peserta sangat menikmati pujian itu. Kemudian dilanjutkan langsung dengan Diskusi Panel dan dilanjutkan dengan makan siang bersama kemudian pukul 13.30 WIT disambung dengan Diskusi Panel 2, dan seterusnya dilanjutkan dengan Rapat Pleno dan Rapat Pimpinan

 

Pada pukul 11.15 WIT para peserta mengikuti Diskusi Panel dengan antusias, diskusi panel pertama diakhiri dengan makan siang bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel kedua. Selanjutnya pada pukul 15.30 WIT Rapat Pimpinan Nasional dimulai sampai pukul 18.00 WIT. Setelah makan malam peserta kembali mengiktui Rapat pimpinan sampai dengan pukul 21.30 WIT, kemudian peserta istirahat.

 

Suasana dalam Diskusi Panel dan Rapat Pimpinan hari pertama cukup panas, namun penuh dengan kedamaian.

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh