Gereja Bethel Indonesia

Mempercayai Rencana Tuhan

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

"Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul didalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia" (I Korintus 2:9)

 

Seringkali sebagai manusia kita bertanya-tanya dalam kehidupan kita tentang keadaan kita, mengapa semuanya harus terjadi? Bagaimanakah semuanya akan berakhir? Dan kapankah kita dapat melihat mujizat atau jawaban Tuhan? Tuhan yang adalah pencipta kehidupan kita sebagai manusia, adalah Tuhan yang rindu menyatakan dan melakukan rencanya-Nya dalam kehidupan kita.

 

Dia rindu supaya kita hidup dan berjalan didalam rencana-Nya, namun satu hal yang Dia ingin lakukan melalui setiap pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah supaya kita sebagai orang yang beriman, benar-benar hidup oleh iman kita, hidup bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

 

Seperti ayat bacaan kita pada hari ini, Renungan lainnya

Dia rindu untuk menyatakan dan melakukan apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah timbul didalam hati bagi orang-orang yang hidup bergantung dan mengandalkan-Nya.

 

Dalam Kejadian 12:1: "Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan kutunjukkan kepadsamu." Tuhan menyuruh Abraham meninggalkan keluarganya (orang tuanya) menuju ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya.

 

Abraham taat pada Allah dan bergantung sepenuhnya kepada Allah, karena Ia percaya bahwa Allah mempersiapkan negeri untuknya. Pemikiran Abraham saat itu adalah negeri, tetapi setelah ia keluar, ternyata Tuhan memberikan kepadanya janji tentang keturunan.

 

 

Selama kita taat dan tetap percaya kepada Tuhan dan jalan-Nya, maka kita akan menerima segala hal yang sempurna dari-Nya

 

Bayangkan Abraham yang berumur 75 tahun ketika ia keluar dari negerinya, pastilah ia sudash tidak mengharapkan anak lagi. Mungkin pengaharapannya akan seorang anak saat itu sudah hilang, karena ia sudah tua, tetapi ternyata itu yang Tuhan persiapkan untuknya, untuk menjadi bapa bagi banyak bangsa.

 
Renungkanlah

1. Tahukah saudara, apa rencana Tuhan bagi hidupmu saat ini?

2. Apa yang seharusnya saudara lakukan, agar rencana Tuhan atas hidupmu tergenapi?

3. Pelajaran apa yang bisa saudara ambil dari Abraham lewat kebenaran Firman Tuhan hari ini?

 

 

 

Tuhan kita adalah Tuhan yang mengerjakan lebih daripada yang kita pikirkan dan doakan. Rancangan-Nya adalah rancangan yang sempurna, Dia adalah Allah yang rindu mengerjakan hal-hal besar dalam kehidupan kita, Dia hanya ingin melihat iman dan ketaatan kita kepada rencana dan jalan-Nya, meskipun seringkali kita harus melepaskan kenyamanan kita adan apa yang berharga bagi kita.

 

Seperti Abraham harus melepaskan semua kenyamanan di negerinya, dia berani untuk mengharapkan janji Tuhan, yang dalam pemikirannya adalah negeri (Ibrani 11:8-10), tetapi ternyata yang Tuhan siapkan jauh lebih besar dari sekedar negeri, Tuhan mempersiapkannya menjadi bapa bagi bangsa-bangsa.

 

Mungkin saat ini kita sedang ada didalam penantian janji Tuhan, kita terkadang tidak mengerti jalan-Nya, apa yang sedang Ia kerjakan dalam kehidupan kita. Tetapi percayalah, selama kita mau taat dan setia kepada Tuhan, maka Dia mempersiapkan yang terbaik dan sempurna bagi kita, jauh melampaui apa yang kita pikirkan dan doakan.

 

Doa

Aku yakin dan percaya Tuhan, bahwa rencana-Mu indah atas hidupku. Tuntunlah aku untuk selalu berjalan dalam rencana-Mu, sehingga aku dapat melihat semuanya itu tergenapi tepat pada waktunya. Amin

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh