Dipakai Namun Ditolak
Ditulis oleh Pdm. Yudika Ziliwu, S.Th Minggu, 29 Januari 2012 00:00
Bacaan: Matius 7:21-23
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Sorga (Ayat 21).
Melayani Tuhan adalah sebuah panggilan terhormat bagi orang-orang yang menerimanya, orang yang mendapat panggilan untuk melayani Tuhan sering sekali tidak memusingkan diri dengan penghidupannya, mereka telah siap menghadapi segala resiko yang disebabkan oleh tugas tersebut.
Dikatakan melayani Tuhan sebagai panggilan tertinggi, karena meski penuh dengan kekurangan, namun diberi kepercayaan untuk melayani Tuhan Allah, Pencipta langit dan bumi, diberikan hak untuk bicara atas nama Dia kepada umat manusia dimanapun.
Namun karena kurang waspada banyak dari antara para pemercaya atau pelayan Tuhan tersebut berhasil disusupi oleh iblis. Iblis membuat mereka terbuai, mereka berpikir bahwa mereka masih melekat dan berkenan kepada Tuhan, padahal sesungguhnya mereka telah sangat jauh dari kehendak Bapa.
Karena Tuhan telah memberkati mereka dengan berbagai berkat jasmani sebagai upah, maka beberapa orang telah mulai melihat pelayanan tersebut sebagai upah, mereka mengikuti dan melayani Tuhan hanya sebatas kebutuhan lahiriah, hanya melakukan melakukan kehendak dan keinginan daging emreka dan bukan kehendak Bapa lagi.
Dikenan Tuhan adalah jauh lebih berharga daripada dipakai Tuhan
Mereka mulai berjasa kepada Tuhan, akibatnya Tuhan undur. Itu sebabnya Tuhan Yesus mengingatkan, bahwa orang-orang seperti ini tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah, namun pada saat itu orang-orang seperti ini akan mulai hitung-hitungan dengan Tuhan serta mengajukan beberapa jasa dan hasil kerja mereka.
1. Apakah saudara sudah cukup puas menjadi umat Tuhan?
2. Apa yang harus saudara lakukan supaya mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?
3. Jika saudara seorang pelayan Tuhan, sudahkah saudara melayani sesuai dengan kehendak-Nya atau masih mengikuti keinginan daging?
Mereka akan mengajukan berbagai bukti nyata atau fakta dari semua pekerjaan yang telah mereka lakukan tersebut (ayat 22), namun ayat 23 berkata sebaliknya. Tidak hanya ditolak, bahkn dikatakan sebagai pembuat kejahatan.
Mengapa dikatakan mereka berbuat kejahatan? Karena mereka selalu menggunakan nama Tuhan sebagai legalitas untuk mewujudkan keinginan dagingnya, kita saja tidak mau, jika nama kita 'dicaplok' orang lain untuk mendapatkan keinginannya. Umumnya kita sebut, "menipu dengan menggunakan nama orang berpengaruh".
Apakah itu terjadi dalam ranah rohani? Sangat banyak, itu sebabnya apa yang harus kita lakukan? Selagi ada ada waktu dan kesempatan, marilah kita memperbaiki segala motivasi yang salah dihadapan Tuhan! Jangan hanya "memanfaatkan" nama Tuhan untuk kepentingan daging! Jangan berhenti pada satu titik rohanbi! Jangan berhenti hanya sampai pada "percaya" atau "melayani" Tuhan, tetapi mari kita terus berjuang memperbaiki segala sisi dalam diri kita yang bertentangan dengan kehendak Bapa!
Begitu besarnya kasih Allah pada kita, itu sebabnya Dia mengingatkan kita saat ini supaya dapat memperbaiki segala yang salah atau kurang tepat. Dalam 1 Korintus 9:27, Paulus melihat bahwa tidak adas yang dpat diandalkan dari segala pekerjaannya sebagai alas an supaya Tuhan melihat dirinya dari penghukumannya.
Jika Paulus, rasul besar itu tidak melihat pelayanan yang telah dilakukan sebagai alasan untuk berbangga diri dan karena itu dia harus diselamatkan, lalu siapakah kita sehingga dapat berkata pada Tuhan: "Tolong diperhitungkan dan diingat jerih lelah saya dalam mengiring Engkau selama ini sebelum menjatuhkan vonis!" Mari terus berjuang melakukan kehendak Bapa di Sorga, sebab hanya dengan demikian kita akan mendapatkan kemurahan-Nya dan kita diselamatkan!
Doa
Terima kasih Tuhan, karena hari ini Engkau mengingatkan aku supaya lebih memperbaiki diri dan melayani pekerjaan-Mu Tuhan sesuai dengan kehendak-Mu dan bukan karena keinginan daging semata. Mampukan aku melakukannya Tuhan.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|


