Gereja Bethel Indonesia

Hari-Nya Tuhan

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

"Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat" (Keluaran 20:8)

 

Peraturan mengenai hari sabat telah ditetapkan sebelum pemberian 10 Hukum di Sinai, ketika Tuhan menurunkan 'mana', yaitu roti dari sorga yang menghampiri tanah dimana Israel berkemah setiap pagi, maka Tuhan Allah memberi ketetapan, bahwa setiap pagi bani Israel harus mengumpulkan 'mana' itu untuk dimakan, diolah, dimasak untuk hari itu.

 

Untuk hari esoknya, maka Tuhan menurunkan 'mana' yan baru, tetapi pada hari keenam, bangsa itu harus mengumpulkan dua kali lipat takaran dari sehari-hari, karena pada hari ketujuh, yaitu Sabat, 'mana' tidak akan diturunkan. Hari itu ditetapkan sebagai "hari perhentian penuh bagi Tuhan" (Keluaran 35:2).

 

Pada hari Sabat, bani Israel tidak boleh melakukan pekerjaan untuk diri mereka sendiri, hari itu ditetapkan sebagai hari ibadah bagi Tuhan (Imamat 23:3; Bilangan 28:10). Umat Tuhan harus beribadah dengan mempersembahkan korban bakaran bagi Tuhan.

 

Tuhan sangat mempedulikan kita semua, Ia memberikan kepada kita kesempatan untuk beristirahat dari segala kerja lelah kita selama enam hari dan mengkhususkan hari ketujuh bagi-Nya. Ini adalah sangat "fair", sehingga kita setiap kali memperbaharui hubungan dengan Dia.

 

Sejak gereja pertama dilahirkan pada hari Pentakosta, maka umat Tuhan Perjanjian Baru mulai merayakan hari Tuhan pada hari pertama, yaitu hari Minggu, yaitu hari Kebangkitan-Nya. Hari Pentakosta yang pertama jatuh pada hari Minggu, demikian juga kalender Masehi sampai hari ini, hari Pentakosta senantiasa jatuh pada hari Minggu.

 

Wahyu 1:10 mencatat, bahwa Yohanes pada "hari Tuhan", yaitu hari Minggu, dikuasai oleh Roh dan mendapat pernyataan-pernyataan yang ajaib yang ditulis dalam kitab Wahyu. Tuhan Yesus ingin kita merayakan hari-Nya, hari Kebankitan-Nya.

 

 

Merayakan hari-Nya Tuhan dalam bait-Nya selalu ada sukacita yang melimpah

 

Tuhan ingin menyatakan diri-Nya kepada kita kepada kita dalam persekutuan di Rumah Tuhan, Ia ingin menghadirkan diri dan kemuliaan-Nya kepada kita untuk kita nikmati, Ia mempersiapkan bagi kita 'Mana' dari sorga, yaitu Firman-Nya sebagai pedoman hidup kita.

 
Renungkanlah

1. Jelaskan pengertian dari hari Sabat pada zaman bangsa Israel dan zaman sekarang ini!

2. Sudahkah saudara mengkhususkan hari Sabat hanya untuk bersekutu dengan Tuhan?

3. Apa yang saudara alami / dapatkan ketika saudara bersekutu dengan-Nya pada hari Sabat?

 

 

 

Ia sangat merindukan umat-Nya dapat rileks dari ketegangan sehari-hari dan dengan sukacita menyanyi, memuji Dia, saat-saat seperti ini jangan kita lewatkan! Di dalam ibadah hari Minggu, dimana hadir lebih dari dua tiga orang dalam nama-Nya, maka pasti Dia ada bersama kita. Bukankah ini sangat indah?

 

Kita boleh meletakkan segala beban kita di kaki-Nya dan menimba kekuatan baru, kemuliaan Tuhan sering berada dalam Bait-Nya, seperti yang dialami nabi Yesaya, ketika ia melihat Tuhan duduk diatas takhta yang tinggi dan menjulang dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

 

Mari menikmati kehadiran "Shekinah Glori" dalam Bait-Nya pada hari Tuhan ini! Hari Tuhan tidak akan membelenggu anda dan saya dalam kelakuan hokum taurat, tetapi akan membebaskan "orang tawanan", memberi kekuatan dan semangat baru, memberi penyertaan-Nya sehingga kita dapat menjalani hari kedua, ketiga dan selanjutnya dengan kesegaran dan kesukacitaan yang penuh! SELAMAT MERAYAKAN HARI-NYA TUHAN

 

Doa

Tuhan Yesus, ampuni aku yang kadang melalaikan hari sabat untuk bersekutu dengan-Mu dan lebih mengutamakan memuaskan keinginan pribadiku. Aku mau belajar untuk lebih taat bersekutu dengan-mu di hari Sabat. Amin

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh