Natal Seminari Bethel: Terang Telah Bersinar
Ditulis oleh Raymond Nelson Kamis, 26 Januari 2012 10:29

Kristus datang sebagai "Terang" adalah inti kotbah Pdt. Josia Abdisaputera, M.Th pada Perayaan Natal dan Tahun Baru Keluarga Besar STTBI (Sekolah Tinggi Theologia Bethel Indonesia) atau Seminari Bethel Jakarta dan Alumni di GBI Glow, Jakarta (16/1).
Tema utama acara ini ialah "Terang Telah Bersinar" (Yesaya 9:1). Pdt. Josia mengatakan, terang Kristus mempunyai beberapa makna yaitu Pertama, Kristus menerangi kegelapan di dunia ini, sesuai dengan nats Yohanes 1:5 "Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya". Ketua Yayasan Bethel Indonesia ini mengutip pandangan William Barkeley, makna kegelapan itu ialah kekacauan dan kejahatan. Atas dasar hal itu, Pdt. Josia yakin jika seseorang sudah menerima Yesus (sebagai juru selamat, Red) maka ia tidak dikuasai lagi oleh kekacauan dan kejahatan.
Kedua, terang tersebut untuk mengungkapkan kejahatan. Yesus mempunyai kekuatan untuk mengungkapkan hal-hal yang jahat. Pdt. Josia mengutip nats Yohanes 3:19-21 "Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah". Pejabat BPH GBI ini juga mengingatkan, orang yang berbuat dosa maka ia tidak memiliki kepekaan dan merasa dirinya baik-baik saja.
Ketiga, terang untuk membimbing / mengarahkan hidup kita, Yohanes 12:35 "Kata Yesus kepada mereka: "Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi". Pdt. Josia menganalogikan, orang yang berjalan dalam kegelapan ibarat orang yang tidak mengetahui arah kemana ia melangkah.
Sebelumnya, acara diisi dengan persembahan pujian dari siswa dan mahasiswa Seminari Bethel, Fanny Erastus, Gamaliel dan Oudry. Drama tentang kehidupan sehari-hari para siswa dan mahasiswa di asrama juga meramaikan perayaan ini. Penyalaan lilin dilakukan oleh Pdt. Dr. Gernaida Krisna R. Pakpahan (Rektor), Pdt. Pudjo Setoto Abednego (BPH GBI), Pdt. dr. Josafat Mesach, Pdt. Johannes Sardjono, S.PAK (Ketua INISEL), Bertina Munthe, MA (Direktur SP Bethel), Pdt. Stephano Ambessa (STTBI), Pdt. Darius, daan beberapa dosen.
Sementara itu, Pdt. Jacob Nahuway dalam sambutan tertulisnya pada buku acara menuliskan, Yesus sebagai terang Allah menyinari setiap orang. Target-Nya adalah setiap orang harus bertobat dan berpaling kepada Yesus Kristus yang adalah terang Allah untuk menuntun manusia kepada hidup yang kekal. Ia berpesan juga agar sebagai siswa dan mahasiswa Seminari Bethel Jakarta, dalam Natal ini perlu merelakan Yesus Kristus sebagai terang Allah menyinari kita secara pribadi sehingga kita dapat melihat dan mengenal siapa kita, siapa Tuhan yang memanggil kita menjadi hamba-Nya.
Ketua BPH GBI dan Gembala GBI Mawar Saron Jakarta ini mendorong para siswa dan mahasiswa Seminari Bethel untuk meminta agar Yesus sebagai terang Allah menyinari setiap pribadi untuk menjadi pribadi yang berjiwa misi. Dengan demikian, kelak gereja yang mereka layani berjiwa misi.
Terang Telah Bersinar, dalam pandangan Ketua BPH Pdt. Pudjo Setoto Abednego mempunyai makna yang mendunia. Artinya, Kristus menebus dosa manusia yang berdosa dan perayaan Natal bukan sekedar upacara keagamaan belaka.
Ia menambahkan, melalui Terang Kristus maka orang yang percaya kan mendapatkan pengampunan, orang berdosa mendapatkan kasih karunia Tuhan. Terang ini harus menjadi terang yang nyata dalam menerangi kegelapan dunia.
Dengan nada memberikan semangat kepada siswa dan mahasiswa Seminari Bethel, Pdt. Pudjo menekankan bahwa Tuhan "menanam" Seminari di Petamburan, Jakarta Pusat untuk menjadi terang selama-lamanya. Ia menilai, Seminari telah nyata hadir di tengah masyarakat melalui berbagai bidang. "Terang Kristus juga akan bersinar melalui pelayanan kita masing-masing. Terang yang besar akan datang kembali ke dua kalinya. Hal itu akan menerangi kegelapan di sekitar kita," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berhalangan hadir. Beliau menunjuk Purba Hutapea, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta untuk membacakan sambutan tertulis. Dalam naskahnya, Gubernur memberikan ucapan terima kasih kepada Seminari yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan di Jakarta dan ikut serta menciptakan situasi kota yang kondusif. Atas dasar hal ini, Gubernur meminta agar pihak Seminari lebih meningkatkan partisipasinya untuk mewujudkan kesejahteraan bagi warga kota Jakarta.
Momen perayaan Natal, menurut Gubernur menjadi sarana untuk mengaktualisasikan nilai Natal sekaligus meningkatkan nilai ketaqwaan kepada Tuhan. Selain itu. Gubernur meminta Seminari untuk memberikan perhatian dalam penanganan bencana, khususnya akhir-akhir ini dalam menghadapi cuaca ekstrem dan bencana alam. Acara diakhiri dengan peresmian peluncuran program studi Doktoral Theologia (DTh) oleh Pdt. Dr. Frans Pantan. Kuliah perdana program tersebut yaitu 21 Februari 2012. Selamat dan Sukses. [pram]


