Gereja Bethel Indonesia

Doa Ucapan Syukur

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

"Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita" (Filipi 1:3-4).

 

Berdoa dengan ucapan syukur? Bagaimana mungkin hal itu terjadi, jika keadaan kita tidak baik, apalagi ditambah dengan pernak-pernik kehidupan yang penuh dengan pergumulan hidup? Pertanyaan dan pernyataan ini seringkali terungkap dari sebagian besar manusia dizaman ini.

 

Memang tidak mudah untuk berdoa dan bersyukur kepada Tuhan. Biasanya kebanyakan kita bersyukur dikaitkan dengan keadaan baik, keuangan meningkat, usaha diberkati dan hal-hal baik lainnya. Bagaimana jika kita dalam posisi yang terjepit, bisakah kita mengucap syukur?

 

Ada tingkatan kehidupan, jika dihubungkan dengan berdoa dan bersyukur dihadapan Tuhan, yaitu: Tingkatan Pertama, bersyukur dengan membandingkan diri dengan orang lain (Lukas 18:11-12). Jika keadaannya lebih baik barulah bersyukur. Tingkatan Kedua, bersyukur jika keadaan berubah dari negatif kepada yang positif. Model ini sangat banyak kita jumpai, misalnya lolos dari jerat atau siasat orang yang selalu merancang yang jahat kepada kita. Tingkatan Ketiga, bersyukur hanya karena hal-hal positif saja. Tingkatan Keempat, bersyukur dalam segala hal (I Tesalonika 5:18). Inilah tingkatan yang paling tinggi dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan.

 

Rasul Paulus adalah tipologi hamba TUhan yang mengajarkan dan melakukan gaya hidup bersyukur disetiap waktu. Ini dilakukan tidak tergantung kepada keadaan disekelilingnya, apakah keadaannya baik atau tidak, menyenangkan atau tidak, ia tetap bersyukur kepada Tuhan. Karena itu, ajarannya pun dalam Alkitab mengajak kita semua untuk bersyukur dalam segala hal. Inilah gaya hidup yang terbaik dihadapan Tuhan. Mengapa?

 

Pertama, Karena hal ini menyenangkan Tuhan (I Tesalonika 5:18). Mengucap syukur adalah hal yang diinginkan Tuhan dari kita dalam Kristus Yesus, dari kalimat ini kita bias memaknai, bahwa gaya hidup dalam doa ucapan syukur berkenan kepada Tuhan.

 

Tuhan dipermuliakan, jikalau setiap kita anak-anak Tuhan berdoa dan bersyukur. Jika kita memperhatikan I Tesalonika 5:16-18, maka ada tiga hal yang diinginkan Tuhan dari kehidupan kita, yakni: bersukacita, berdoa dan bersyukur. Ketiga hal ini menjadi triangle kehidupan anak-anak Tuhan.

 

 

Ucapan syukur melalui doa adalah hal yang menyukakan Tuhan

 

Kedua, Dalam doa dan ucapan syukur kita menemukan kekuatan dan sukacita. Dapat dipastikan, bahwa pribadi yang selalu mengucap syukur dalam doa-doanya menemukan kekuatan menjalani hari-hari hidupnya.

 
Renungkanlah

1. Bagaimana komposisi doa saudara dalam hal ucapan syukur dan permohonan?

2. Apa yang saudara alami, jika bersyukur kepada Tuhan melalui doa? Dan apa juga yang saudara alami, jika doa-doa dinaikkan tanpa ucapan syukur? Berikanlah kesaksianmu!

 

 

 

Bayangkanlah apa yang terjadi dengan anda, juika dalam keseharian anda selalu bersungut-sungut, penuh dengan kekesalan? Dapat dipastikan, bahwa keputusasaanlah yang akan sering mengancam kehidupan anda. Akan menjadi berbeda, jika anda selalu bersyukur kepada Tuhan.

 

Ketiga, Bersyukur dalam segala hal membedakan kita dari orang dunia. Jika kita hanya bersyukur dalam keadaan baik saja, mereka yang tidak percaya Tuhan pun bisa melakukan yang sama. Jika kita bersyukur hanya karena kita mengalami keadaan baik, usaha diberkati, anak-anak sehat, keluarga nyaman dan aman, hal ini bisa dikerjakan oleh mereka yang tidak percaya Tuhan. Tetapi jika kita bersyukur dalam semua keadaan, inilah yang membedakan kita dengan mereka.

 

Doa ucapan syukur adalah sebuah kehidupan yang kita maknai dengan sungguh-sungguh, dimana dalam keadaan apapun kita selalu bersyukur. Ini menjadi life style (gaya hidup) orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Imbas dari gaya hidup ini akan membawa kita kepada kedekatan dengan Bapa Sorgawi.

 

Doa

Ampuni aku Tuhan yang sering mengeluh karena keadaan tidak baik yang aku alami. Mulai saat ini, aku mau belajar mengucap syukur dalam doa-doaku atas setiap keadaan,senang maupun susah yang kualami. Mampukan aku ya Tuhan, Amin.

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh