Mengenal Musuh Di Dalam Diri Kita
Ditulis oleh Pdt. DR. Jacob Nahuway, MA Sabtu, 21 Januari 2012 00:00
"Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat" (Roma 7:15).
Ada banyak potensi didalam diri kita yang perlu ditemui, digali, dikembangkan untuk kemuliaan Tuhan serta memberkati kita secara pribadi dan sesama kita. Di dalam diri kita juga tersimpan musuh yang dapat menghambat potensi tersebut, sehingga kita tidak dapat melakukan yang terbaik.
Kita lalu menjadi pohon yang hanya berdaun lebat, tetapi tidak berbuah. Jika hidup kita hanya ibarat pohon yang hanya berdaun dan tidak berbuah, maka kapak Allah akan menebang kita (Matius 3:10).
Dosa membuat manusia tidak berdaya mengembangkan potensi atau karunia Tuhan didalam dirinya. Sifat dosa ini membuat manusia lumpuh terhadap hal-hal rohani, sifat dosa ini menampakkan dirinya dalam berbagai hal yang menjadi musuh yang perlu disadari, karena menghambat mujizat didalam diri kita. Musuh-musuh itu adalah:
1. Kemalasan, Kemalasan menghambat kita untuk
Diantaranya: mendatangkan kemiskinan (Amsal 13:3), menghambat kreasi dan rencana seseorang (Amsal 6:6-8), menghambat gairah kehidupan (Amsal 19:15), merusak kehidupan manusia (Amsal 18:9), membunuh keinginan manusia (Amsal 21:25), merusak karya seseorang (Pengkhotbah 10:18) dan membuat seseorang tinggi hati (Amsal 26:16).
2. Keinginan Daging, Keinginan, kemauan, rasa ingin tahu, kesukaan, hobi, perasaan haus dan lapar adalah tanda kehidupan yang tersimpan dalam tubuh dan jiwa manusia. Itu adalah karunia dan anugerah Tuhan yang perlu kita syukuri.
Musuh terbesar manusia bukanlah setan atau sesama manusia, tetapi dirinya sendiri
Namun jika sasaran dan tujuan dari keinginan dan kemauan kita adalah dosa, maka hal itu akan membuat hati kita menjauh dari Tuhan, dan jika hati kita menjauh dari Tuhan, maka kita seperti semak yang tumbuh di padang belantara yang tandus dan gersang (Yeremia 17:5-6); kita juga ibarat muzafir yang berjalan dipadang gurun, kita haus, lapar, kekurangan, bahkan tidak mengalami apapun yang baik.
1. Karunia apa saja yang Tuhan percayakan bagi saudara? Bagaimana cara saudara mengembangkan karunia-karunia tersebut?
2. Sebutkan dan jelaskan musuh-musuh yang dapat menjadi penghambat bagi saudara untuk mengembangkan karunia/potensimu!
Keinginan daging mengarah kepada menjadikan diri pusat dari segala sesuatu, dan hal ini akan makin mewarnai manusia akhir zaman, yang karena sifat dan karakter mereka mendatangkan banyak kesukaran dan bencana bagi banyak orang (II Timotius 3:1-7).
3. Kesombongan, Alkitab mengatakan bahwa keinginan daging berjalan bergandengan dengan keinginan mata dan kesombongan yang menyeret manusia kepada kebinasaan (I Yohanes 2:16-17). Kesombongan bukan saja melecehkan Allah, tetapi melawan Allah, karena kesombongan menempatkan pemberian Allah melebihi Allah Sang Pemberi (Yeremia 9:23-24). Kesombongan adalah langkah awal dari kegagalan dan kehancuran (Amsal 16:18).
4. Ambisi Yang Buta, Apakah ambisi yang buat itu? Ambisi dalam segala aksinya hanya bertujuan membuat diri sendiri menjadi orang yang penting atau bertujuan memuaskan hawa nafsu sendiri dan bukan sebuah misi atau tugas yang mulia.
Orang yang berambisi buta tidak segan-segan menempuh cara apapun, asalkan keinginan mereka terpenuhi, apakah itu mencuri, menipu, bertengkar bahkan bila perlu menyingkirkan orang yang dianggap lawan. Mengenal ambisi yang buta ini, Alkitab dengan tegas memperingatkan kita dalam Yakobus 4:1-3
Doa
Terima Tuhan Yesus untuk karunia (sebutkan) yang Engkau percayakan bagiku. Aku mau pakai karunia itu hanya untuk kemuliaan anma-Mu Tuhan, mampukan dan tolong aku ya Tuhan. Amin
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|


