Gereja Bethel Indonesia

Kelemah-Lembutan

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

"Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi (Matius 5:5)

Tuhan Yesus adalah seorang yang lemah lembut. Menyambung undangan kelegaan-Nya, Ia menyatakan diri-Nya sebagai pribadi yang lemah lembut dan rendah hati (Matius 11:29).

Dan dalam khotbah-Nya dibukit,Tuhan mengatakan, "Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi." Apakah kelemah-lembutan?

Seorang yang lemah lembut bukanlah seorang yang lemah. Kata "lemah lembut" dalam bahasa Yunani adalah "Pra'is" yang sering dipakai bagi kuda jantan dewasa yang sudah dijinakkan dan dapat ditunggangi.

Itulah gambaran kelemah-lembutan: kuat tetapi taat kepada kekang dan menggunakan kekuatannya sesuai dengan perintah penunggangnya. Ciri-ciri orang yang lemah lembut di demonstrasikan oleh Tuhan Yesus, sebagai berikut:/p>

Pertama, Ia rela diperlakukan tidak adil, bahkan dilukai. Saat menjadi tawanan, Tuhan Yesus diperlakukan tidak adil oleh kelompok orang yqng memusihi-Nya, baik dari pihak Yahudi maupun tentara Romawi

Namun Ia menerimanya tanpa membalas, bahkan dari mulut-Nya mengalir doa: "Ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Lukas 23:34). Tidak heran Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita agar memberi pipi kiri juga, bila pipi kanan kita ditampar (Matius 5:39).

Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat, tetapi menggunakan kekuatannya itu sesuai kehendak Allah saja

Kedua, Ia menerima keberadaan orang lain sebagaimana adanya. Tuhan Yesus tidak keberatan berada disekitar pemungut cukai dan orang berdosa. Ia berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit" (Matius 9:12).

 
Renungkanlah

1. Apakah yang dimaksud dengan kelemah-lembutan!

2. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri dari orang yang lemah lembut!

3. Dapatkah saudara menjadi pribadi yang lemah lembut seperti Yesus?

 

Berkenaan dengan ini, rasul Paulus menasehati orang percaya untuk saling menerima satu dengan yang lain, seperti Kristus telah menerima kita (Roma 15:7).

Ketiga, Ia bisa marah, tetapi tidak berdosa. Tuhan Yesus tidak marah bila orang berusaha memancing kemarahan-Nya, tetapi Ia marah melihat ketidak-adilan dan berbagaiu kejahatan lainnya yang dilakukan orang.

i

Ketika Ia menyucikan bait Allah, kemarahan-Nya terkendali. Buktinya, Ia masih sempat membuat cambuk dari tali (Yohanes 2:15). Ini berarti Ia mengambil waktu untuk memikirkan apa yang harus dilakukan-Nya.

Memang sulit kedengarannya menjadi seorang yang lemah lembut seperti Yesus, bahkan beberapa orang menganggapnya nasehat gila yang mustahil dilakukan, tetapi dengan kekuatan Roh Kudus ilahi benih Ilahi dwlam diri kita, Tuhan akan menyanggupkan kita dapat melakukan segala kehendak-Nya. Denganu pertolongan-Nya, kita percaya kita dapat lemah lembut seperti Tuhan Yesus.

Doa

Ajar aku Tuhan untuk menjadi seperti Engkau, seorang yang lemah lembut. Berilah kesanggupan kepadaku untuk selalu dapat melakukan segala kehendak-Mu. Amin

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh