Gereja Bethel Indonesia

Natal : Kasih Kristus yang Luar Biasa !

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

E56 Natal-GBI-Gatsu-02“Natal adalah kasih Kristus yang luar biasa dalam hidup kita semua”, merupakan inti kotbah Natal 2011 Pdt. Niko Njotorahardjo di Gelora Bung Karno, Jakarta (Sabtu, 24/12). Ia mengutip nats Roma 6:23 “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”. Acara dimeriahkan oleh persembahan tari moderen dan puji-pujian untuk kemuliaan nama Tuhan.

 

Sebagai pendahuluan, Pdt. Niko mengatakan bahwa Tuhan Yesus mati untuk menggantikan kita semua. Ia mati kehabisan darah, setelah mengalami luka cambuk dan kesakitan yang luar biasa. “Cara penyaliban seperti itu tidak manusiawi. Meskipun demikian, tanpa pertumpahan darah tidak ada pengampunan. Ia menanggung semua sakit penyakit dan penderitaan kita. Oleh bilur-bilur-Nya kita sudah disembuhkan,” ujarnya.

 

E56-Natal-GBI-Gatsu-01Mencermati kondisi terkini, Gembala GBI Gatot Subroto Jakarta ini menambahkan dengan nada prihatin, banyak orang yang mengalami sakit yang bukan secara fisik tetapi mental. Hal itu dipicu oleh tekanan berat yang dialami seseorang sehingga menimbulkan ketakutan dan kebingungan. Kondisi tersebut bisa saja terjadi dalam hubungan suami-istri, anak-orang tua, dan lain-lain. Meskipun demikian, Pdt. Niko menegaskan bahwa Yesus Kristus tetap mengasihi kita semua.

 

Berkaitan dengan ramalan suku bangsa Indian (Maya) bahwa 21 Desember 2012 akan terjadi “kiamat”, Pdt. Niko menghimbau agar jemaat tidak terpengaruh ramalan tersebut. Ia kemudian mengutip nats Yesaya 49:8 “Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi”.

 

Berdasarkan Firman Tuhan kata Pdt. Niko, akhir zaman akan ditandai dengan pencurahan Roh Kudus secara luar biasa. Hal itu ditandai dengan anak-anak, pemuda dan orang tua yang akan dipakai Tuhan; goncangan-goncangan yang akan terjadi; banyak orang yang berseru kepada nama Tuhan dan mereka diselamatkan-Nya. Meskipun banyak goncangan, ada satu tempat yang tidak bisa digoncangkan oleh apapun yaitu Kerajaan Allah, sesuai dengan nats Ibrani 12:26 “Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga”.

 

Guna menghadapi situasi akhir zaman ini, Pdt. Niko menekankan agar jemaat melakukan 2 hal yaitu banyak mengucap syukur dan beribadah kepada-Nya dengan cara yang berkenanTuhan. Selain itu jemaat harus lebih sungguh-sungguh beribadah di dalam Tuhan.

 

Selanjutnya Gembala GBI Gatot Subroto ini mengutip nats lainnya yaitu Hagai 2:6-9 “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam”.

 

Tentang damai sejahtera, Pdt. Niko yakin jika seseorang hidupnya berkenan kepadaTuhan, maka ia akan memiliki damai sejahtera walaupun ia sedang dalam posisi pemrosesan oleh Tuhan. Meskipun seseorang kaya raya tetapi ia tidak mendapatkan perkenanan Tuhan, maka ia tidak akan mempunyai damai sejahtera dalam hidupnya.

 

E56-Natal-GBI-Gatsu-03Selanjutnya Pdt. Niko membahas tentang persembahan yang dibawa oleh 3 Raja dari negeri Majus (Asia), ketika mereka menemui bayi Yesus Kristus. Persembahan itu terdiri dari 3 macam yaitu emas, kemenyan, dan mur. Emas memiliki makna berkat secara materi, mari kita mempersembahkan persembahan kepada Tuhan. Selain itu, berikan juga berkat kepada orang miskin. Motivasi pemberian ini ialah untuk kemuliaan nama Tuhan.

 

Kemenyan bermakna persembahan dalam bentuk pujian, penyembahan siang dan malam. Hidup intim dengan Tuhan adalah hal utama dalam kehidupan kerohanian untuk memasuki tahun 2012. Mur artinya bahan untuk membuat obat dengan tujuan kesembuhan dan kesehatan tubuh. Kesembuhan akan terjadi jika seseorang percaya mempersembahkan tubuhnya kepada Tuhan. Acara dilanjutkan dengan doa bagi orang-orang sakit. Tampak seorang gadis usia sekitar 24 tahunan, Boru Sinaga yang 9 tahun mengalami kelumpuhan bisa berjalan kembali karena mujizat Tuhan Yesus di lokasi. Selain itu, orang pincang berjalan normal, stroke, pengelihatan kabur, dan lain-lain mengalami pemulihan (kesembuhan). Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo hadir dan memberikan sambutan singkat pada acara ini. [pram]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh