Gereja Bethel Indonesia

Janji Tuhan Yang Memukul Dan Merangkul

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Bacaan: I Tawarikh 21:1-17

"Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena berbuat dosa? Tetapi jika kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah" (I Petrus 2:20).

 

Daud adalah orang pilihan Tuhan, bahkan lebih dari itu ia disebut sebagai orang yang berkenan dihati Tuhan. Seseorang yang berkenan dihati Tuhan bukan berarti bebas dari kewajiban dan tanggung jawab.

 

Daud ketika berdosa bukan beba dari hukuman/pukulan Tuhan. Ada empat hal yang harus kita mengerti tentang pukulan Tuhan, yakni:

 

1. Tuhan memukul ada batasnya. Daud berkata, tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, Dia ingat bahwa kita ini debu.

 

2. Tuhan memukul ada tujuannya. Dalam hidup ini ada banyak hal terjadi sepertinya tidak ada tujuannya, tetapi ketika Tuhan memukul kita, Ia tidak bermaksud untuk membuang kita, melainkan untuk membuat kita semakin dewasa didalam-Nya.

 

3. Tuhan memukul ada pemulihannya. Ketika Tuhan meukul kita memang sakit, tetapi jika kita mau menerima teguran Tuhan, maka ada berkat yang menanti.

 

4. Tuhan memukul ada upahnya. Upah pertobatan adalah menjadi orang yang rendah hati, semakin ingin melayani Tuhan, semakin berserah kepada Tuhan dan tidak mau jauh dari Tuhan.

 

 

Ganjaran Tuhan adalah nilai tambah yang akan membuat kita semakin dewasa didalam Dia

 

Tuhan tidak pernah salah, jika Dia memukul. Kita tidak boleh memberontak dan mempertanyakan hal itu, tetapi yang paling menentukan adalah sikap kita ketika Tuhan memukul. Sikap yang tepat saat dipukul Tuhan adalah:

 

1. Jangan mengeraskan hati! Cara Tuhan memukul kadangkala dengan mengijinkan: masalah, hal yang menyakitkan atau mengambil semua yang diandalkan. Apapun yang terjadi, jangan mengeraskan hati, sebab semakin kita mengeraskan hati semakin lama Tuhan memukul.

 
Renungkanlah

 

1. Apa maksud Tuhan memberi pukulan kepada anak-anak-Nya? Dapatkah saudara merasakannya?

2. Bentuk-bentuk pukulan seperti apa yang biasa saudara terima dari Tuhan? Bagaimana saudara menyingkapinya, dengan keluhan atau dengan ucapan syukur?

 

 

2. Jangan patah semangat dan hilang pengharapan! Daud dipukul Tuhan, tetapi dia berkata, "Kalau aku jatuh, biarlah aku jatuh di tangan Tuhan." Daud masih tetap meiliki pengharapan, sebab saat masa sukar Tuhan memberikan kekuatan untuk bisa menghadapinya.

 

3. jangan menghitung-hitung jasa! Saat Tuhan memukul, kadangkala timbul reaksi menghitung jasa-jasa masa lalu. Yang paling penting dan harus terpatri dalam diri kita adalah, bahwa aat Tuhan memukul, ingatlah kebaikan, pembelaan dan bimbingan Tuhan.

 

4. Selalu memohon kekuatan dari Tuhan. Kekuatan orang percaya datangnya dari Tuhan, ketika Daud mengalami pukulan Tuhan. Ia berkata kalau ia tidak mau menjauh dari Tuhan, sebab ia tahu pasti bahwa kekuatannya hanya datang dari Tuhan.

 

5. Jaga lingkungan dimana kita berada. Kecenderungan seseorang jika sedang ada dalam kejatuhan, yaitu ia akan kembali kepada lingkungan atau kehidupan lama. Tetapi orang yang berada dalam tuntunan Tuhan pasti tidak akan goyah.

 

Ketika sedang dalam ujian, ia akan hati-hati dan berada dilingkungan yang dekat dengan Tuhan.

 

Kadang badai kehidupan sangat kuat dan terjadi hal-hal yang menyakitkan, tetapi Tuhan tidak pernah salah, karena Ia akan selalu memberi kekuatan.

 

Allah kita senantiasa akan membela kita, karena Ia adalah sumber kepastian hidup yang mendatangkan kebaikan bagi semua umat manusia.

 

Doa

Terima kasih Tuhan, karena Engkau begitu mengasihiku. Sehingga tetap memberikan ganjaran yang aku terima disaat aku bersalah kepada-Mu Tuhan. Aku sadar, bahwa ganjaran yang aku terima adalah maksud-Mu untuk mendewasakan aku. Amin

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh