Gereja Bethel Indonesia

Natal PD Graha Bethel : 3 Makna Terang Yang Besar

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

 

E56-Natal-PD-Graha-Bethel-0“Terang Yang Besar Telah Datang” menjadi tema Natal Persekutuan Doa (PD) Staf dan Karyawan BPH GBI di Graha Bethel, Jakarta (Rabu, 21/12). Pdt. Purim Marbun mengutip nats Yesaya 8:23 “Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain”.

Ia menjabarkan bahwa kala itu, Israel mengalami keterpurukan dan perbudakan yang hebat karena mereka dijajah bangsa lain. Dalam kondisi demikian, Yesaya malah menubuatkan harapan (impian) yang baik tentang munculnya babak kehidupan baru bagi Israel.

 

Nubuat tersebut tergenapi pada waktu kemudian dengan lahirnya Yesus Kristus ke bumi ini sebagai juru selamat. Nats tersebut bermakna secara umum untuk kita semua saat ini. Ia juga mengutip nats Lukas 2:8-9 “Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. iba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.

 

E56-Natal-PD-Graha-B-02Dari nats tersebut, Pdt. Purim menarik suatu makna bahwa terang adalah kontras dengan malam hari (gelap). Keadaan manusia berada pada kegelapan dan identik dengan bangsa Israel pada masa itu. Dalam kondisi terpuruk (suram), Tuhan Yesus bisa mengubah keadaan menjadi indah dan luar biasa. Dari kedua nats diatas, ia memaparkan ada 3 makna tentang terang yaitu Pertama, terang yang besar bermakna pemulihan hidup untuk menjawab kebutuhan manusia pada waktu itu. Kedua, terang itu membawa pemulihan dan pengharapan. Terang Tuhan datang kepada gembala yang memiliki konotasi “miring” yaitu kehidupan yang tidak benar dan terpuruk. Ia menghimbau agar semua hadirin tetap semangat karena sepanjang tahun 2011-2012 masih ada pengharapan.Ketiga, terang yang besar membawa kebenaran, seperti tertulis pada nats Yohanes 8:12 “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Pdt. Purim menjelaskan bahwa esensi kehidupan orang percaya ialah hidup dalam kebenaran. Ia berpesan agar hadirin tidak takut menghadapi kehidupan ini, asal berjalan dalam Firman Tuhan. Sehingga, terang itu nyata dalam kehidupan, pekerjaan, pelayanan orang percaya.

 

Pantomim dari mahasiswa Seminari Bethel Petamburan menampilkan suatu drama singkat mengisahkan kasih mula-mula yang pudar. Akibatnya, kualitas pelayanan menurun, tawar hati dan lain-lain. Dengan datangnya terang Kristus, maka kasih itu mulai bersemi kembali. Tidak ketinggalan, pendoa syafaat Graha Bethel dan hamba Tuhan Danny Rozali mempersembahkan pujian.  Acara dilanjutkan dengan pengundian dan pembagian door prize serta makan siang menutup rangkaian acara. Para staf dan karyawan BPH GBI mendapatkan berkat dari pihak panitia yaitu sebuah kaos (T-Shirt) dan parsel Natal.Para pejabat BPH GBI yang hadir antara lain Pdt. Frans Pantan, Pdt. E,P. Gunawan, Pdt. Henokh, Pdt. Untung Naftali  dan Pdt. Josafat Mesach (Departemen Misi dan Pelmas), Pdm. Timotius Tan dan Rektor STTBI Pdt. Gernaida Pantan. Suka cita dan ucapan syukur melimpah dari pembicaraan mereka. Selamat Natal 2011 dan Tahun Baru 2012. [pram]

 

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh