Menara Perlindungan
Ditulis oleh Pdt. Imanuel Pakan, Bsc.FM Kamis, 29 Desember 2011 00:00
"Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat" (Amsal 18:10)
Apa atau siapakah yang saudara andalkan untuk melindungi kehidupanmu dan kehidupan keluargamu? Hampir sebagian besar orang masih beranggapan, bahwa harta/kekayaan adalah sesuatu yang penting, sumber keamanan yang dapat menjadi andalan dalam hidup ini. Dengan memiliki harta yang banyak, apapun dapat dilakukan, termasuk perlindungan dari berbagai badai kehidupan. Ironinya malah ada yang berpikir, kalau harta (uang) dapat membeli kebahagiaan.
Pada waktu itu, pembangunan menara jaga merupakan satu paket dengan pembukaan kebun anggur. Tujuan pembangunan menara jaga adalah agar pemilik dapat mengawasi dan melindungi kebun anggurnya dari para perampok yang hendak mencuri dan menghancurkan kebun anggurnya.
Berkaitan dengan hal di atas, maka kita sebagai anak-anak Tuhan ibarat kebun anggurnya Allah dan Dia adalah pemilik kebun anggur dan menara jaga/menara perlindungannya. Ketika kita menjadikan Tuhan Allah sebagai menara perlindungan, maka kita tidak perlu takut dan kuatir dalam menjalani kehidupan ini. Dia akan selalu menjaga dan melindungi kita dari berbagai tekanan, kejahatan, kesulitan.
Orang yang mengandalkan Tuhan akan selalu aman dalam perlindungan-Nya
Dia menjadi kubu pertahanan kita dari berbagai maksud jahat yang hendak menjatuhkan atau membuat kita gagal. Mata-Nya akan selalu sigap mengawasi gerak-gerik musuh (Iblis dan berbagai bentuk persoalan) yang mencoba menerobos masuk dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan rohani kita.
1. Siapakah atau apakah yang saudara andalkan, ketika menghadapi masalah yang berat?
2. Apa artinya Tuhan Allah sebagai menara perlindungan? Sudahkah Dia menjadi menara perlindunganmu?
3. Apa saja yang akan kita nikmati, jika kita menjadikan Tuhan sebagai menara perlindungan?
Sebagai menara perlindungan, Tuhan tidak akan pernah mengecewakan kita saat kita menaruh seluruh harapan hidup kepada-Nya. Ketika kita sungguh-sungguh mengandalkan-Nya, maka kita akan kuat dalam menghadapi situasi hidup bagaimanapun, karena akar kita tertanam jauh di dalam Tuhan. Mengandalkan Tuhan membuat hidup kita juga akan diberkati dan pada akhirnya kita akan memperoleh pahala warisan Ilahi.
Akhirnya, dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan berbagai tantangan dan resiko ini, hendaknya kita berharap dan berlindung saja pada Tuhan. Jangan sekali-kali berharap dan berlindung pada kekuatan manusia, karena pasti kita akan kecewa! "Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah" (Yer. 17:5-8).
Doa
Kiranya perlindungan-Mu menaungi seluruh kehidupanku ya Tuhan. Bentengi aku dengan sayap kasih dan anugerah serta berkat-berkat-Mu. Kepada-Mu aku seutuhnya berserah. Amin.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|


