Ps Terry Jones Batal Bakar Al-Quran
Ditulis oleh prambudi Jumat, 10 September 2010 06:45
Gainesville - Pastor Terry Jones membatalkan rencananya untuk membakar ratusan Al-Quran.
Dia menjelaskan hal ini urung dilakukannya karena pimpinan organisasi Muslim telah sepakat untuk memindahkan lokasi masjid dari dekat wilayah Ground Zero di New York."Orang-orang Amerika tidak ingin ada Masjid di sana, dan tentu saja orang Muslim tidak ingin kami membakar Alquran mereka," ujar Jones seperti ditulis AFP, Jumat (10/9/2010).
Jones, pimpinan sebuah gereja kecil di Florida yang memiliki 50 orang anggota ini mengatakan dia membatalkan aksi yang akan dilakukan pada tanggal 11 September."Imam telah setuju untuk memindahkan masjid. Kami juga telah setuju untuk membatalkan acara kami. Pada Sabtu nanti saya akan terbang dan bertemu dia," terang Jones.
Jones didampingi Mohammed Musri yang merupakan pimpinan komunitas Muslim di Florida. Musri mengatakan dirinya telah berbicara dengan Imam Feisal Abdul Rauf, untuk terbang ke New York dan mendiskusikan kemungkinan untuk memindahkan lokasi masjid tersebut.
Namun promotor pembangunan Muslim di New York menyangkal ada persetujuan dengan Pastor Jones untuk memindahkan masjid dari Ground Zero."Kami tidak tahu apa-apa soal itu," ujar salah satu penggagas Masjid dan istri sang Imam, Daisy Khan, saat dihubungi AFP secara terpisah.
Obama Kecam Rencana Pembakaran Alquran
Jakarta - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengecam rencana pembakaran Alquran. Obama mengatakan hal yang akan dilakukan Pastor Terry Jones di Florida itu akan membahayakan keselamatan pasukan AS dan warga negara AS.
"Mudah-mudahan dia mendengar bisikan baik dan memahami bahwa tindakannya bersifat destruktif," kata Presiden Obama seperti ditulis BBC, Kamis (9/9/2010).
Obama menjelaskan aksi ini akan menambah kebencian pada AS. Akan makin banyak serangan bom bunuh diri yang mengancam masyarakat AS atas tindakan yang dinilai Obama bertentangan dengan prinsip masyarakat AS ini."Ini bertentangan dengan nilai-nilai kita di Amerika, negara yang dibangun atas dasar kebebasan dan toleransi beragama" terang Obama.Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Pendeta Jones berencana membakar Alquran pada 11 September. Namun upayanya itu memunculkan banyak kecaman, termasuk dari pejabat di AS.
Rencana ini juga menimbulkan kecaman internasional. Badan kepolisian internasional Interpol telah mengeluarkan peringatan global mengenai kemungkinan pembalasan yang memakan korban orang-orang tak bersalah.Departemen Luar Negeri Amerika menyarankan kepada warga negara Amerika di luar negeri agar bersiaga menghadapi kemungkinan serangan dan agar menghindari tempat-tempat yang mungkin akan menjadi ajang unjuk rasa.
Juru bicara Pentagon mengatakan Menteri Pertahanan Robert Gates sedang mempertimbangkan untuk mengontak Pastor Jones untuk tidak melakukan pembakaran Al Qur'an.
Sumber : www.detik.com (rdf/rdf)


