WBI BPH GBI bekerja-sama dengan WBI Korda DKI Jakarta mengadakan seminar keuangan dengan tema utama "Wanita Bendaharanya Tuhan" di Graha Bethel, Jakarta (Sabtu, 28/8).
Sub tema acara ini ialah "Perencanaan Keuangan" Seturut Kehendak Tuhan."Tuhan peduli dengan keuangan anda, hal itu tercermin pada nats-nats Firman Tuhan tentang keuangan dan harta (2.350 ayat), 500 ayat tentang iman dan doa (500 ayat)," papar Rudi J. Limuria, CFP.
Namun, ia mengingatkan peserta seminar bahwa Tuhan adalah sang pemilik dan berhak menentukan, mengambil kembali milik-Nya yang Ia titipkan kepada orang percaya. Rudi mengutip nats-nats yang berkaitan dengan hal ini yakni Hagai 2:8, Mazmur 24:1, Lukas 14:33.
Posisi orang percaya, menurutnya sebagai pihak pengelola saja yang harus mampu mengelola berkat dengan baik (Lukas 16:10-12). Menyoroti kasus-kasus penyimpangan dalam pengelolaan keuangan, Rudi mengutip nats I Timotius 6:10 yakni perihal akar kejahatan ialah cinta uang.
Keseimbangan antara aktifitas rohani dan jasmani mendapatkan atensi khusus dari pembicara yang profesinya sebagai penasehat di pasar modal ini. Ia mencermati soal waktu manusia yang habis untuk mencari uang (Matius 6:24). Selain itu, ia prihatin jika ada orang percaya yang gemar belanja secara berlebihan, sehingga akhirnya, orang tersebut terjerat hutang. "Hutang bisa membuat orang stres dan mengganggu hubungan rohani dengan Tuhan (I Petrus 4:7 dan Matius 6:25," katanya.
Ada 5 strategi pengelolaan keuangan menurut Rudi yakni investasi, memiliki asuransi, simpanan hari tua, membayar pajak dengan benar dan menyiapkan warisan untuk anak. Strategi tersebut menurutnya, harus diawali dengan perencanaan keuangan (budgeting).
Perencanaan itu, katanya, meliputi penetapan tujuan (skala prioritas), pola arus kas yang sehat, penerapan anggaran dalam bentuk pendisiplinan diri guna mencapai tujuan.
Soal investasi, Rudi memberikan contoh seperti dana pendidikan, dana hari tua dan pembelian rumah. Kebutuhan dana ia bagi menjadi 3 kategori periodik yakni kebutuhan jangka pendek (0-3 tahun), jangka menengah (3-10 tahun) dan jangka panjang (lebih dari 10 tahun).
Jenis-jenis investasi terdiri dari tabungan, deposito, obligasi dan reksadana. "Semakin tinggi nilai investasi, semakin tinggi resiko. Menabunglah dari awal akan lebih baik dibandingkan menabung secara dadakan. Nilai uang akan berakumulasi sebab ditambah jumlah bunga tabungan," ujarnya.
Pilihan investasi, tergantung jenis dan periode kebutuhan juga, imbuhnya. "Jika uang dibutuhkan sekitar 1-3 tahun, sebaiknya uang disimpan dalam bentuk tabungan atau deposito. 1-10 tahun, uang bisa diinvestasikan ke reksadana atau deposito. Jika lebih dari 10 tahun, simpan dalam bentuk saham atau reksadana," ujarnyaLangkah penghematan, perlu diambil dalam pengelolaan keuangan suatu keluarga. Ia memberikan contoh, jika satu keluarga tidak pergi ke mal dan makan di situ satu kali saja per bulan, maka keluarga tersebut bisa menabung misalnya Rp. 500.000,- per bulan. [pram].
Rudi J. Limuria, CFP adalah alumni Western Illinois University, USA. Ia bergelar BBA (Banking and Investment) pada tahun 1990 dan MA (Economics) pada tahun 1992.
Ia adalah praktisi bidang perbankan dan keuangan selama 15 tahun. Saat ini Rudi bekerja sebagai penasehat keuangan (Associate Director), pemegang sertifikasi profesional pasar modal dari Bapepam (penasehat investasi) dan CFP (Certified Financial Planner).




















