Bacaan : Yeremia 17:7 "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!"
Maknanya, ada 2 syarat agar diberkati Tuhan yakni mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan kepada-Nya. Orang dunia banyak mengantungkan diri kepada orang yang berpengaruh, trik-trik dunia, koneksi demi keberhasilan kepentingannya dan lain-lain.
Akibatnya, jika ia gagal maka akan mengalami kecewa, frustasi, menyalahkan orang lain. Hasil akhirnya bisa saja seseorang lari ke obat terlarang, dugem (dunia gemerlap) sekedar melupakan masalah mereka. Bahkan tidak jarang berakhir dengan tindakan seram lainnya. Yeremia 12:5 "Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan engkau perbuat di hutan belukar sungai Yordan?.
Fakta aktual tentang nats diatas juga terjadi pada masa Perjanjian Baru, ketika para murid Yesus Kristus menjaring ikan dalam jumlah besar, padahal semalaman mereka tidak mendapatkan apa-apa. (Lukas 5-7 "Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam").
Ada satu kesaksian nyata yang menarik untuk disimak,yakni seorang pengusaha kain yang sukses. Ketika bangkrut karena terbelit hutang dan terlibat dengan kuasa kegelapan. Ia bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus. Pengusaha ini terus berdoa dan Tuhan memberikan hikmat agar ia menjual cakue (roti) goreng.
Singkat cerita, ia lakukan petunjuk Tuhan dan bisa melunasi hutang-hutangnya dengan jumlah ratusan juta. Saat ini, orang tersebut kembali menggeluti bisnisnya dibidang garmen (pakaian jadi).
Tuhan tidak pernah lalai menepati janji-Nya dan memberikan pertolongan Tuhan tepat pada waktu-Nya.
Sebaliknya, kondisi ini berbeda dengan bangsa Yehuda. Saat itu, ketika Kerajaan Selatan (Yehuda) menghadapi ancaman serangan dari Kerajaan Babilonia, bangsa Yehuda mengandalkan kekuatan sendiri.
Akibatnya, mereka mengalami kekalahan dan dibuang ke Babel selama 70 tahun pada tahun 586 SM. Nabi Yeremia sudah memperingatkan hal itu sepanjang pelayannya (626-586 SM). Akhirnya, ia menjadi saksi mata kehancuran ibukota yakni Yerusalem dan Bait Suci. Suatu sad ending (akhir yang sedih) bagi orang yang bergantung kepada kekuatan sendiri.




















