Bacaan : Amsal 6:18a; Raja-raja 21:5-10
A
pa yang terbersit di pikiran kita ketika seorang pengkhotbah menyebut nama Izebel? Pastilah di benak kita muncul figur seorang wanita yang berperangai jahat, yang hatinya penuh dengan kebusukan dan persekongkolan untuk mencelakakan orang lain. Pertama, Izebel adalah pelopor penyembahan berhala di Israel. Izebel berhasil membuat raja dan rakyat Israel berpaling dari Allah yang hidup dan menyembah para Baal (I Raj 16:31). Kedua, hati yang jahat memampukan Izebel membunuh nabi-nabi Tuhan (I Raj 18:4). Ketiga, dengan hati yang panas Izebel menjadikan Elia sebagai "the most wanted person" atau orang yang paling dicari di Israel untuk dihukum mati. Izebel menjadikan Elia sebagai buronan negara, karena Elia telah membunuh empat ratus lima puluh nabi Baal dan empat ratus nabi Asyera yang setia melayani Izebel (1 Raj 19:1-2). Keempat, Izebel adalah wanita tamak dan kejam karena ia menghalalkan segala cara untuk merebut kebun anggur Nabot. Ia memerintahkan orang-orangnya untuk menjebak Nabot sehingga Nabot mati dilempari. Kemudian tanpa rasa bersalah dia mengambil kebun anggur Nabot yang diinginkan oleh Ahab, suaminya (1 Raj 21:5-10). Itulah empat perbuatan keji yang mengisi hati wanita seperti Izebel.
Hati Izebel adalah "hati yang membuat rencana-rencana yang jahat", pas untuk dijadikan contoh dari dosa keempat yang sangat dibenci Tuhan. Easton s Bible Dictionary berkata bahwa hati adalah sentral segalanya, bukan hanya untuk hal-hal yang rohani saja, tetapi semua aspek kehidupan manusia bermula dari hati. Jadi jika hati tidak dijaga dengan segala kewaspadaan, maka hati akan menjadi tanah yang subur bagi benih-benih kejahatan.
Hati adalah rumah yang terbuka, undang dan jadikan kebaikan sebagai tuannya.
Waspadai niat jahat yang mencoba menyelinap ke hati, jika tidak segera dihalau maka kita akan segera melakukan perbuatan jahat yang membuahkan maut. Niat jahat yang dipelihara di dalam hati sesungguhnya seperti ulat di dalam apel, ia akan menggerogoti dan memhusukkan kita dari dalam. Karena tidak menjaga hatinya, niat jahat yang menyelinap menyebabkan Kain membunuh Habel. "... Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." (Kej 4:7).
Hati adalah mesin pelipat ganda yang baik. Simpanlah di hati sikap yang mengampuni maka hati akan melipat-gandakannya sehingga kita terbentuk menjadi seorang pengampun;
Doa : Bapa, sungguh aku rindu menjaga hatiku setiap hari dengan segala kewaspadaan, agar selu-ruh aspek kehidupanku menyenangkan hatiMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
simpanlah kemurahan, maka hati akan membuat kemurahan mewarnai hidup kita; sebaliknya simpanlah di hati rasa benci, iri, cemburu, kecurangan, dsbnya, maka cepat atau lambat hati akan membuat kita mengikuti jejak Kain, Saul, Izebel, Ahab, atau Haman. Karena itu ketika Iblis mencoba untuk menaburkan benih-benih jahat di hati kita, lawanlah dengan sekuat tenaga, pergunakan pedang Roh, yaitu firman Tuhan, dan mintalah Roh Kudus menolong supaya kita keluar sebagai pemenang di dalam memerangi godaannya yang besar.
ManSor No.99 Thn. IX