Bacaan : Amsal 6:17b; 12:22
B
etapa buruknya lidah dusta, jika terus dipelihara ia akan menghancurkan & hubungan antara Tuhan dengan manusia, dan antara sesama manusia. Bukan itu saja, dusta juga berpotensi menghancurkan masa depan seseorang. Ada kata-kata bijak yang berbunyi, "Perbuatan yang diulang-ulang akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan akan menjadi karakter. Karakter akan menentukan masa depan seseorang." Kalau lidah dusta sudah menjadi karakter seseorang, kita dapat memastikan masa depan seperti apa yang menantinya.
Tahun 2001 yang lalu saya mendapat seorang teman baru di gereja. Sebenarnya salah seorang teman gereja yang telah mengenalnya lebih dahulu sudah mengingatkan saya bahwa dia tidak bisa dipercaya, karena suka berdusta. Di tempat kerjanya ia dikenal sebagai orang yang suka mengarang cerita untuk menarik simpati dan membenarkan dirinya. Saya mencoba menepis semua berita negatif itu dengan harapan dapat mengajaknya lebih dekat kepada Tuhan.
Bibir dusta mendatangkan penghukuman, kejujuran mengundang berkat.
Suatu hari ia di PHK dari tempat kerjanya dan menganggur untuk waktu yang cukup lama. Keadaannya itu membuat saya prihatin. Saya tahu ia di PHK karena ketidak-jujuran dan tidak bertanggung jawab dalam pekerjaannya, namun seiring dengan berjalannya waktu saya melihat sedikit perubahan di dalam dirinya. Ketika kantor saya membutuhkan karyawan, saya memberitahukan hal itu kepadanya. Singkat cerita ia pun diterima bekerja di sana. Setelah beberapa lama bekerja, mulai muncul berita negatif tentang dia. Dia pulang dan tidur pada jam kerja, barang pesanan tidak diantar, dan kemudian ketahuan bahwa ia memakai uang tagihan. Sekalipun ia pandai menyembunyikan kecurangan dengan lidah dustanya, akhirnya ketahuan juga. Lidah dusta telah menghancurkan masa depannya.
Perkara kedua yang dibenci Tuhan adalah lidah dusta, lidah dusta adalah kekejian bagi Tuhan (Amsal 12:22). Jika kita merasa sakit saat orang yang kita kasihi ketahuan mendustai kita, terlebih lagi dengan Tuhan yang adalah kebenaran.
Doa : Tuhan, ampuni aku yang seringkali tergoda untuk berdusta. Mampukan aku untuk jujur, meskipun harus membayar harga yang mahal. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Kita tahu bahwa Dia kudus dan benar, jadi tidak ada tempat bagi dusta di dalam Dia dan KerajaanNya. Iblislah yang memiliki "hak paten" atas lidah dusta karena dia adalah bapa segala dusta.
"Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan2 bapamu. ..., sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." (Yoh 8:44). John Gill's menyatakan bahwa sadar atau tidak sadar, lidah dusta adalah tindakan yang menyakiti sesama,
"Kebohongan bertujuan untuk memperdaya. Di dalam kebohongan ada unsur kesengajaan, sebuah niat yang tidak baik, yaitu memperdaya sesama supaya mempercayai suatu fakta yang tidak benar."
Dusta membuat mulut kita tidak kudus, padahal Tuhan menciptakan mulut kita untuk tujuan yang kudus, yaitu memuji, menyembah Dia dan menyatakan kebenaran. Di sisi yang lain, lidah dusta akan membawa kita kepada penghukuman yang kekal (Why 21:8).
ManSor No.99 Thn. IX