"Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat" (Keluaran 20:8)
Peraturan mengenai hari sabat telah ditetapkan sebelum pemberian 10 Hukum di Sinai, ketika Tuhan menurunkan 'mana', yaitu roti dari sorga yang menghampiri tanah dimana Israel berkemah setiap pagi, maka Tuhan Allah memberi ketetapan, bahwa setiap pagi bani Israel harus mengumpulkan 'mana' itu untuk dimakan, diolah, dimasak untuk hari itu.
Untuk hari esoknya, maka Tuhan menurunkan 'mana' yan baru, tetapi pada hari keenam, bangsa itu harus mengumpulkan dua kali lipat takaran dari sehari-hari, karena pada hari ketujuh, yaitu Sabat, 'mana' tidak akan diturunkan. Hari itu ditetapkan sebagai "hari perhentian penuh bagi Tuhan" (Keluaran 35:2).
Pada hari Sabat, bani Israel tidak boleh melakukan pekerjaan untuk diri mereka sendiri, hari itu ditetapkan sebagai hari ibadah bagi Tuhan (Imamat 23:3; Bilangan 28:10). Umat Tuhan harus beribadah dengan mempersembahkan korban bakaran bagi Tuhan.



















